Media Kampung – 21 Maret 2026 | Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) mengumumkan penambahan empat kapal feri berukuran besar di Selat Bali guna mengantisipasi kembali terulangnya antrean panjang hingga 40 kilometer di pelabuhan Gilimanuk.

Langkah ini diambil setelah serangkaian evaluasi besar-besaran yang menelaah kapasitas, jadwal, dan infrastruktur penyeberangan selama beberapa bulan terakhir.

Kepala Divisi Operasional ASDP, Budi Santoso, menyatakan bahwa penambahan armada akan meningkatkan frekuensi keberangkatan menjadi dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan tersebut diharapkan dapat mempersingkat waktu tunggu penumpang dari beberapa jam menjadi kurang dari satu jam pada jam sibuk.

Keempat kapal baru memiliki kapasitas penumpang hingga 2.500 orang dan dapat mengangkut lebih dari 1.200 kendaraan, termasuk truk berat dan bus antar kota.

Desain kapal mengadopsi teknologi ramah lingkungan, dengan mesin diesel beremisi rendah dan sistem navigasi otomatis yang mempercepat proses boarding.

ASDP juga menambah armada kapal penumpang kecil untuk melayani rute lintas selat yang lebih singkat, menurunkan beban pada kapal raksasa.

Penerapan sistem reservasi tiket daring dan peningkatan layanan informasi real‑time di terminal diharapkan menambah efisiensi operasional.

Pengelola Pelabuhan Gilimanuk, Siti Nurhaliza, menegaskan bahwa penataan ulang area parkir dan penambahan jalur masuk kendaraan telah selesai, memungkinkan arus kendaraan masuk dan keluar lebih lancar.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan telah memperketat pengawasan keamanan serta mengurangi potensi kemacetan di sekitar pelabuhan.

Sebagai hasil dari evaluasi, antrean kendaraan yang pernah memanjang hingga 40 km pada puncak musim liburan kini berhasil ditekan menjadi rata-rata 5 km.

Data statistik internal menunjukkan penurunan waktu tunggu sebesar 70 persen sejak penerapan strategi baru pada awal tahun ini.

Pengguna jasa penyeberangan, Joko, seorang supir truk, menyatakan kepuasannya dengan layanan yang lebih cepat dan teratur, “Saya tidak perlu menunggu berjam‑jam lagi, kapal datang lebih sering.”

Petugas keamanan pelabuhan menilai bahwa penambahan kapal raksasa juga membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalur darat menuju terminal.

Hal ini berdampak positif pada penurunan polusi udara di area sekitar, sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas lingkungan.

ASDP menargetkan seluruh empat kapal baru akan beroperasi penuh pada kuartal ketiga 2024, setelah serangkaian uji kelayakan dan pelatihan awak kapal selesai.

Selanjutnya, perusahaan berencana memperluas layanan ke rute lintas selat lainnya, termasuk jalur Lombok‑Sumbawa, guna mengoptimalkan jaringan transportasi maritim nasional.

Pemerintah Provinsi Bali dan Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini, menyatakan bahwa kelancaran penyeberangan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi regional.

Dengan langkah strategis ini, ASDP berharap dapat menjaga kestabilan arus penumpang dan barang, serta mencegah terulangnya situasi antrean panjang yang pernah mengganggu mobilitas masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.