Media Kampung – 20 Maret 2026 | Ratusan rangkaian bunga menghiasi depan rumah duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara, menyambut jenazah Michael Bambang Hartono pada Jumat 20 Maret 2026.

Jasad almarhum tiba di lokasi pada siang hari dan langsung ditempatkan di ruang duka, di mana keluarga, kerabat, serta pejabat dan pengusaha lain datang secara berurutan untuk melayat.

Kematian Michael Bambang Hartono dikonfirmasi pada Kamis 19 Maret pukul 13.15 waktu Singapura, setelah mengalami serangan jantung, sebagaimana disampaikan oleh Budi Darmawan, Senior Manager Corporate Communication Grup Djarum.

Almarhum, yang lahir pada 2 Oktober 1939 di Kudus, adalah tokoh bisnis terkemuka yang bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, memimpin grup perusahaan rokok Djarum.

Selain mengelola perusahaan rokok, Michael Bambang Hartono aktif dalam filantropi melalui Djarum Foundation, yang menyalurkan dana untuk pendidikan, olahraga, lingkungan, dan kebudayaan.

Rangkaian pemakaman direncanakan berlangsung di Grand Heaven selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Maret, sebelum jenazah dipindahkan ke Kudus.

Pada 22 Maret, jenazah dipindahkan ke GOR Jati, Kudus, untuk disemayamkan kembali hingga 25 Maret, memberikan kesempatan kepada masyarakat Kudus memberikan penghormatan.

Misa tutup peti dijadwalkan pada 21 Maret pukul 19.00 WIB di Grand Heaven, diikuti misa malam pada 24 Maret pukul 18.00 WIB di GOR Jati.

Misa pelepasan dijadwalkan pada 25 Maret pukul 08.00 WIB, diikuti pemberangkatan jenazah pukul 09.00 WIB menuju lokasi pemakaman di Godo, Rembang, Jawa Tengah.

Upacara pemakaman dilaksanakan pukul 10.40 WIB dan prosesi dimulai pukul 11.00 WIB, menandai akhir rangkaian upacara penghormatan.

Petugas rumah duka menata kembali karangan bunga setiap kali ada aliran pelayat, mencerminkan rasa hormat yang terus berlanjut sepanjang masa berkabung.

Berbagai tokoh publik memberikan kesan mendalam, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang menekankan nilai etos kerja dan integritas almarhum.

Ahok mengingat momen kebersamaan mereka di mana keduanya sering berbagi ide sambil makan bersama, meski tidak sering berkomunikasi.

“Kami tidak kontak tiap hari, namun diskusi santai bersama beliau selalu memberi inspirasi,” ujar Ahok di depan rumah duka.

Ahok menambahkan bahwa aktivitas bridge yang dijalani Michael Bambang Hartono di usia lanjut menunjukkan tekadnya terus melatih ketajaman berpikir.

Dia menilai, “Sikap pantang menyerah dan kejujuran dalam bisnis yang ditunjukkan almarhum menjadi contoh bagi generasi pengusaha muda.”

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga menyampaikan penghargaan atas kontribusi Hartono dalam pelestarian hutan melalui program penghijauan Djarum Foundation.

Raja Juli mencatat, “Komitmen almarhum terhadap lingkungan menambah dimensi sosial pada kesuksesan bisnisnya.”

Sejumlah pejabat daerah, tokoh bisnis, serta perwakilan komunitas menaruh bunga di depan rumah duka, memperlihatkan rasa hormat yang luas.

Pengaturan bunga yang rapi dan seragam mencerminkan tradisi penghormatan kepada tokoh nasional dalam budaya Indonesia.

Dengan latar belakang bisnis yang kuat dan kegiatan sosial yang meluas, kepergian Michael Bambang Hartono menandai berakhirnya era kepemimpinan yang memengaruhi banyak sektor ekonomi.

Pengumuman resmi mengenai jadwal pemakaman terus disebarkan melalui media, memastikan masyarakat dapat mengikuti proses secara transparan.

Upacara pemakaman di Godo, Rembang, dipilih karena kedekatan almarhum dengan tanah kelahiran keluarga di Kudus.

Setelah prosesi selesai, keluarga berencana mengadakan pertemuan internal untuk menghormati warisan almarhum secara pribadi.

Keberadaan ribuan karangan bunga dan kehadiran tokoh penting menegaskan posisi Michael Bambang Hartono sebagai figur sentral dalam dunia bisnis dan filantropi Indonesia.

Acara berakhir dengan doa bersama yang dipimpin oleh pemuka agama setempat, menutup rangkaian penghormatan kepada almarhum.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.