Media Kampung – 20 Maret 2026 | Senat Amerika Serikat tengah memperdebatkan SAVE America Act, sebuah rancangan undang‑undang yang mengharuskan pemilih menampilkan foto identitas serta bukti kewarganegaraan, sementara umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idulfitri 1447 Hijriah pada 20‑21 Maret 2026.
Rancangan tersebut menuntut semua pemilih memiliki foto ID, menggantikan kebijakan negara bagian yang lebih longgar, dan menambahkan persyaratan fotokopi ID bagi pemilih surat‑menyurat.
Partai Republik menekankan logika sederhana: jika identitas diperlukan untuk naik pesawat atau meminjam buku, seharusnya juga diperlukan untuk memilih; John Thune menyatakan penolakan Demokratik bersifat partisan.
Demokrat, dipimpin Chuck Schumer, menegaskan keberatan bukan pada foto ID melainkan pada potensi penindasan pemilih lewat persyaratan registrasi yang ketat dan akses Departemen Keamanan Dalam Negeri ke daftar pemilih.
Undang‑undang itu mewajibkan pemilih yang mendaftar secara daring hadir secara fisik di kantor pemilihan dengan paspor, akta kelahiran, atau dokumen resmi lainnya untuk membuktikan kewarganegaraan.
Schumer menambahkan kemungkinan pemilih tiba di TPS dan diberitahu bahwa nama mereka telah dihapus dari daftar, menyoroti risiko disenfranchisement.
Demokrat menawarkan alternatif, termasuk pernyataan bersumpah, penggunaan tagihan utilitas, atau ID lain yang tidak berbentuk foto, tanpa menghapuskan hukum ID negara bagian yang ada.
Menurut survei Pew Research pada Agustus 2025, delapan dari sepuluh orang dewasa AS mendukung persyaratan foto ID, meski masih ada kebingungan tentang tingkat keketatan yang diusulkan.
Matt Weil dari Bipartisan Policy Center menilai dukungan publik ada asalkan tersedia pilihan ID yang beragam, bukan versi paling ketat yang diajukan oleh Partai Republik.
Data National Conference of State Legislatures menunjukkan 36 negara bagian memiliki aturan ID pemilih, dengan 23 mewajibkan foto ID dan 13 menerima ID non‑foto.
SAVE America Act berpotensi menimpa banyak kebijakan negara bagian, termasuk lisensi memancing, kartu mahasiswa, serta menambah beban administrasi bagi pemilih melalui fotokopi ID pada surat‑menyurat.
Di sisi lain, foto-foto dari CNN Indonesia menampilkan umat Muslim di berbagai negara melaksanakan shalat Idulfitri pada Jumat 20 Maret, menandakan perayaan serentak meski tanggal berbeda dengan Indonesia.
Di Indonesia, Idulfitri diperingati pada Sabtu 21 Maret, dengan keluarga berkumpul, hidangan tradisional, dan libur nasional yang mengakhiri Ramadan.
Media sosial dan outlet berita menyoroti perbedaan penanggalan akibat kalender lunar, namun menekankan semangat kebersamaan yang sama di seluruh dunia.
Perdebatan Voter ID di AS berlanjut di tengah dukungan publik yang kuat, sementara umat Muslim menyambut Idulfitri sebagai simbol persatuan, mencerminkan fokus global yang beragam pada tahun 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan