Media Kampung – 20 Maret 2026 | Penulis biografi kerajaan Tom Bower menuduh Pangeran Harry dan Meghan Markle tidak memiliki bakat asli dalam karier hiburan mereka.
Ia menegaskan bahwa sikap mereka mencerminkan keengganan untuk menghasilkan karya independen.
Kritik Bower muncul setelah artikel Variety menguraikan hubungan Sussex dengan Netflix.
Menurut Bower, artikel tersebut memperkuat temuan dalam bukunya “Betrayal”.
Ia menambahkan bahwa pasangan itu semakin dekat pada “akhir jalan” di Hollywood.
Bower menyarankan agar Harry dan Meghan kembali ke Inggris pada Juli untuk bertemu Raja Charles.
Pernyataan itu menekankan perlunya validasi kembali sebagai anggota keluarga kerajaan.
Pasangan tersebut memiliki dua anak, Pangeran Archie berusia enam tahun dan Putri Lilibet berusia empat tahun.
Namun, Bower meramalkan bahwa kesempatan tersebut kemungkinan besar akan ditolak.
Ia menuding “Megxit” sebagai penyebab utama penurunan dukungan publik.
Sementara itu, laporan kepolisian mengindikasikan penyelidikan terhadap Pangeran Andrew terkait dugaan korupsi.
Andrew, mantan Duke of York, baru-baru ini ditangkap atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik.
Penangkapan itu terjadi pada hari ulang tahunnya, menambah sorotan pada kasusnya.
Selain itu, otoritas juga menilai kemungkinan adanya jaringan perdagangan manusia yang melibatkan mantan pangeran.
Pihak kepolisian belum mengonfirmasi detail penyelidikan, namun menyatakan bahwa penilaian masih berlangsung.
Di sisi lain, Putri Kate dan Ratu Camilla terlihat mengenakan perhiasan kerajaan yang langka pada acara publik.
Kedua wanita tersebut memakai tiara yang jarang dipamerkan, menandai momen khusus dalam kalender resmi.
Media melaporkan bahwa tiara itu merupakan bagian koleksi yang biasanya hanya dipakai pada pernikahan kerajaan.
Penampilan mereka mendapat pujian atas kesopanan dan kesesuaian dengan protokol kerajaan.
Sementara itu, sebuah minuman mocktail yang disetujui oleh Putri Kate diluncurkan untuk brunch musim semi.
Resep tersebut menggabungkan bahan-bahan lokal dan dirancang untuk menonjolkan rasa segar tanpa alkohol.
Produk tersebut dipasarkan sebagai pilihan sehat bagi tamu istana yang menghindari minuman beralkohol.
Di luar isu pribadi, kerajaan Inggris tetap fokus pada agenda resmi, termasuk kunjungan kenegaraan dan program amal.
Pemerintah menyatakan bahwa dukungan publik terhadap monarki tetap kuat meski muncul kritik dari media.
Analisis survei independen menunjukkan mayoritas warga Inggris masih mempercayai institusi kerajaan.
Namun, tingkat kepercayaan terhadap anggota keluarga tertentu menurun dibandingkan dekade lalu.
Para pengamat menilai bahwa pernyataan terbuka dari Sussex dapat memperburuk persepsi publik.
Seorang pakar komunikasi politik mencatat bahwa respons defensif sering kali menambah tekanan media.
Bower menegaskan bahwa buku barunya akan mengungkap lebih banyak detail tentang dinamika internal kerajaan.
Ia mengklaim bahwa publik berhak mengetahui konsekuensi tindakan anggota keluarga kerajaan yang melanggar norma.
Kesimpulannya, kerajaan menghadapi tantangan simultan antara skandal pribadi, penyelidikan hukum, dan ekspektasi publik.
Pemerintah dan anggota keluarga diharapkan menjaga stabilitas institusi sambil menanggapi kritik secara transparan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan