Media Kampung – 19 Maret 2026 | Pada dini hari Rabu, 18 Maret 2026, sebuah kecelakaan fatal terjadi di Jalan Raya Nagreg, tepatnya di Kampung Cikaledong, Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Sekitar pukul 05.00 WIB, truk Fuso engkel bermuatan ternak sapi mengalami kegagalan rem (rem blong) dan menabrak sepeda motor Yamaha Aerox yang melaju di depannya.
Kejadian dan Kronologi
Truk dengan nomor polisi B-9471-MD dikemudikan oleh Ahmad Diki Rahman, yang sedang melaju dari arah barat ke timur. Saat mendekati lokasi, truk diduga kehilangan fungsi pengereman sehingga tidak dapat mengendalikan kecepatan. Truk kemudian menabrak motor berplat Z-4701-YS.
Setelah menabrak motor, sopir truk mencoba memutar setir ke kiri untuk menghindari benturan lebih lanjut, namun kendaraan malah terbalik dan berguling di atas jalan. Dampak langsung dari tergulingnya truk ialah menumpahkan muatan ternak, menyebabkan dua ekor sapi mati dan tiga ekor lainnya lepas.
Korban Manusia dan Hewan
Insiden ini menewaskan satu orang dan melukai lima orang lainnya. Korban yang meninggal adalah Muhammad Faisal Anggara, pria berusia 23 tahun asal Ciamis, pengendara sepeda motor yang tertabrak. Korban luka berat adalah istri sopir truk, Siti Rochmah, berusia 35 tahun, yang mengalami cedera serius pada bagian kepala dan dada.
Tiga anak sopir truk—Rais Rafa (13 tahun), Afifah (5 tahun), dan bayi Afiyah—hanya mengalami luka ringan seperti memar dan luka gores. Semua korban luka mendapat perawatan di rumah sakit terdekat dan dipantau kondisi kesehatannya.
Tindakan Penegak Hukum
Kapolsek Nagreg, Rizal Adam Al Hasan, mengonfirmasi bahwa penyebab utama kecelakaan adalah kegagalan sistem rem truk. Ia menegaskan bahwa tim Unit Lalu Lintas Polresta Bandung telah melakukan prosedur standar: pencatatan saksi, pengamanan barang bukti, pengaturan arus lalu lintas, dan evakuasi kendaraan.
Polisi juga melakukan pemeriksaan teknis pada truk untuk memastikan apakah ada faktor lain seperti kelebihan beban atau kondisi jalan yang berkontribusi. Hasil pemeriksaan awal belum dipublikasikan, namun penyelidikan akan berlanjut untuk menentukan tanggung jawab hukum.
Reaksi Masyarakat dan Langkah Pencegahan
Kasus ini memicu kekhawatiran di kalangan pemudik yang tengah melakukan perjalanan menjelang Lebaran 2026. Beberapa warga mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin kendaraan, terutama truk pengangkut barang berat, agar fungsi rem selalu optimal.
Pakar transportasi menekankan bahwa operator logistik harus mematuhi standar keselamatan, termasuk melakukan servis rem secara berkala dan tidak melebihi batas muatan yang ditentukan. Pemerintah daerah Kabupaten Bandung juga berjanji akan meningkatkan patroli dan inspeksi jalan raya utama selama periode mudik.
Dengan menunggu hasil penyelidikan resmi, pihak kepolisian menghimbau semua pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu lalu lintas, dan menghindari kelelahan saat mengemudi di malam hari.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

