Media Kampung – 17 Maret 2026 | Pelabuhan Gilimanuk, Bali, kembali menjadi titik rawan kemacetan kendaraan menjelang Hari Raya Nyepi 2026. Direktur Utama PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, Heru Widodo, menegaskan bahwa lonjakan antusiasme pemudik menjadi faktor utama menumpuknya antrean sepanjang 20‑30 kilometer.

Faktor Penyebab Kepadatan

Menurut Heru, masyarakat berusaha menyeberang ke Jawa sebelum penutupan lintasan Gilimanuk‑Ketapang serta Padangbai‑Lembar yang diberlakukan selama Nyepi. Kebanyakan pemudik menginginkan perjalanan yang tidak terganggu oleh tiga rangkaian kegiatan Nyepi: penyucian diri, penyucian alam, dan arak‑arakan Ogoh‑ogoh. Pada saat yang sama, pemudik Muslim juga berusaha menyelesaikan mudik Lebaran sebelum batas waktu. Kombinasi dua perayaan ini meningkatkan mobilitas secara signifikan.

Data internal ASDP menunjukkan peningkatan jumlah penumpang sebesar 30 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada hari H‑5 (16 Maret 2026), tercatat 76.495 penumpang menyeberang, naik 2,9 % dari 74.321 orang. Total kendaraan yang melintas mencapai 23.025 unit, terdiri dari 14.398 sepeda motor, 6.350 mobil, 1.339 truk, dan 938 bus.

Langkah Penanggulangan ASDP

Untuk mengurangi tekanan, ASDP menambah armada kapal menjadi 35 unit, termasuk penempatan kapal tambahan dari Pelabuhan Lembar ke lintasan Gilimanuk‑Ketapang. Operasional Tiba‑Bongkar‑Berangkat (TBB) di empat dermaga (MB2, MB4, LCM, Bulusan) mempercepat perputaran kapal; 24 kapal beroperasi dengan pola TBB, mengurangi waktu bongkar muat dan mempercepat keberangkatan.

Koordinasi dengan kepolisian dan Kementerian Perhubungan juga dilakukan. Polisi mengekang kendaraan kecil yang berusaha langsung masuk pelabuhan, mengarahkan mereka ke zona penampungan (Buffer Zone Kargo) untuk menyeimbangkan alur lalu lintas. Rekayasa lalu lintas di jalur utama dan area layanan publik seperti pompa bensin turut membantu mengurangi kemacetan.

Data Kumulatif dan Dampak Ekonomi

Sejak H‑10 hingga H‑5, total penumpang yang melintasi Gilimanuk mencapai 309.135 orang, meningkat 0,7 % dibandingkan tahun sebelumnya. Kendaraan yang melintas dalam periode yang sama berjumlah 97.787 unit, naik 2,8 %.

Lonjakan ini tidak hanya menambah beban operasional, tetapi juga memberikan stimulus pada sektor logistik dan perdagangan di kedua pulau. Distribusi barang, terutama kebutuhan pokok menjelang Lebaran, tetap berjalan meski antrean panjang menambah waktu tempuh.

Prospek Kedepan

Yossianis Marciano, Wakil Direktur Utama ASDP, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengoptimalkan kapasitas kapal, dermaga, dan pengaturan operasional hingga penutupan sementara selesai. Ia menambahkan bahwa dukungan seluruh pemangku kepentingan—polisi, kementerian, dan operator pelabuhan—menjadi kunci menjaga arus kendaraan tetap mengalir dengan aman dan terkendali.

Dengan langkah-langkah tersebut, antrean yang semula mencapai 36 km kini diperkirakan berkurang menjadi sekitar 20 km, meski tetap dipantau ketat hingga akhir masa penutupan Nyepi. Antusiasme pemudik diperkirakan akan tetap tinggi, mengingat kombinasi keagamaan dan tradisi mudik yang berlangsung bersamaan.

Secara keseluruhan, peningkatan volume penumpang dan kendaraan menandakan tingginya mobilitas masyarakat menjelang dua perayaan besar. Upaya ASDP dalam menambah kapal, mengatur lalu lintas, dan menerapkan skema TBB diharapkan dapat menyeimbangkan kebutuhan pemudik dengan kapasitas pelabuhan, sehingga gangguan layanan dapat diminimalisir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.