Media Kampung – 17 Maret 2026 | Bandeng kawak seberat 19 kilogram berhasil memecahkan rekor pada Kontes Bandeng Kawak 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Gresik, Senin 16 Maret 2026. Ikan tersebut dimiliki oleh kepala desa Pangkahwetan, Syaifullah Mahdi, dan dinobatkan sebagai juara pertama dalam kompetisi tahunan yang menjadi bagian dari Pasar Bandeng di kawasan Bandar Grissea.

Rangkaian Lomba dan Penjurian

Acara berlangsung selama satu hari, melibatkan tiga peserta yang mempersembahkan bandeng berukuran raksasa. Penjurian dilakukan oleh tim panitia yang menilai berat serta panjang ikan. Sekretaris Daerah Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menekankan bahwa tujuan utama lomba ini adalah melestarikan warisan budaya setempat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui kegiatan lelang bandeng.

Daftar Juara

  • Juara 3: Zainul Abidin, warga Watuagung (Kecamatan Bungah), bandeng seberat 8 kg dengan panjang 90 cm.
  • Juara 2: Askin, warga Pangkahwetan (Kecamatan Ujungpangkah), bandeng seberat 14 kg dengan panjang 100 cm.
  • Juara 1: Syaifullah Mahdi, warga Pangkahwetan (Kecamatan Ujungpangkah), bandeng seberat 19 kg dengan panjang 114 cm.

Hadiah uang tunai yang diberikan masing-masing adalah Rp 30 juta untuk juara satu, Rp 25 juta untuk juara dua, dan Rp 20 juta untuk juara tiga.

Rekor Baru dan Nilai Ekonomi

Bandeng juara satu berusia 18 tahun dan berhasil dilelang kepada perusahaan Petrokimia dengan harga Rp 50 juta. Seluruh hasil lelang akan disalurkan ke kas daerah, menambah pendapatan daerah Gresik. Berat 19 kilogram mengungguli rekor sebelumnya yang tercatat 14,6 kilogram pada tahun 2025, dan juga melampaui catatan tertinggi 18,04 kilogram pada tahun 2022.

Harapan Kedepan

Panitia berharap kompetisi ini dapat terus menjadi ajang promosi bagi petani tambak bandeng lokal, mendorong mereka untuk meningkatkan kualitas dan ukuran ikan yang dihasilkan. Dengan menonjolkan prestasi ini, diharapkan semakin banyak investor dan pembeli yang tertarik pada produk perikanan Gresik, sekaligus memperkuat identitas budaya kuliner daerah.

Kontes Bandeng Kawak 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat setempat. Keberhasilan Syaifullah Mahdi mencetak rekor baru menjadi bukti potensial yang dapat dicapai bila dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan petani tambak berjalan selaras.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.