Media Kampung – 11 Maret 2026 | Jasa Marga memproyeksikan bahwa sekitar 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jakarta melalui empat gerbang tol utama dalam rangka mudik Lebaran 2026. Proyeksi ini didasarkan pada analisis bersama Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan serta data historis pergerakan kendaraan pada periode sebelumnya.
Persiapan Operasional dan Personel
Untuk menangani lonjakan volume tersebut, Jasa Marga menyiagakan sekitar 8.000 personel yang dilengkapi dengan 516 unit kendaraan operasional. Armada tersebut meliputi 176 unit derek, 124 unit Mobile Customer Service (MCS), 55 unit ambulans, dan 101 kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR). Selain itu, 71 tim siaga serta 209 unit pompa air disiapkan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Penggunaan Teknologi Canggih
Jasa Marga memanfaatkan sistem Jasa Marga Integrated Digital (JID) yang memiliki tingkat akurasi hingga 97 persen untuk memantau arus lalu lintas secara real‑time. Teknologi ini membantu pengambilan keputusan cepat dalam mengatur manajemen lalu lintas, termasuk penempatan rubber cone (sekitar 18.000 buah) dan rambu rekayasa lalu lintas di titik‑titik kritis.
Layanan Informasi 24 Jam
Seiring dengan peningkatan layanan, Jasa Marga meluncurkan call center baru dengan nomor 133, menggantikan layanan sebelumnya (14080). Nomor ini dapat dihubungi selama 24 jam untuk memperoleh informasi lalu lintas, mengajukan pengaduan, atau meminta bantuan darurat. Standar layanan menargetkan tiga dering maksimal sebelum panggilan diangkat dan tiga menit untuk respons awal.
Infrastruktur Tol yang Siap Fungsional
Empat ruas tol fungsional akan beroperasi penuh selama periode mudik‑balik, yaitu:
- Tol Jogja‑Purwomartani
- Tol Bawen‑Ambarawa
- Tol Jakarta‑Cikampek II Selatan (digunakan khusus untuk arus balik dari Bandung)
- Tol Probolinggo‑Besuki
Semua ruas tersebut telah dinyatakan siap 100 persen. Selain itu, 62 rest area di sepanjang jaringan tol Jasa Marga telah dipersiapkan untuk melayani pemudik, termasuk fasilitas kesehatan di 43 posko kesehatan.
Puncak Arus dan Distribusi Kendaraan
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebutkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diproyeksikan pada 24 Maret 2026 (H+3 setelah Idulfitri). Analisis menunjukkan pergerakan kendaraan mulai meningkat sejak 13 Maret 2026, jauh lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya, karena masa libur yang lebih panjang.
Distribusi kendaraan diperkirakan sebagai berikut: 28 persen menuju Merak, 50 persen ke arah timur Jawa melalui jaringan Tol Trans Jawa dan Cipularang, dan sisanya sekitar 20 persen ke wilayah Bogor. Dari total 3,5 juta kendaraan, sekitar 57 persen akan menempuh jalur Trans Jawa, sementara 42 persen menempuh jalur Cipularang.
Fasilitas Pendukung Transaksi
Untuk mengantisipasi lonjakan transaksi di gerbang tol, Jasa Marga menyiapkan 470 personel on‑call serta 736 unit mobile reader. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pembayaran dan mengurangi antrean pada saat puncak.
Secara keseluruhan, kombinasi persiapan personel, teknologi digital, infrastruktur yang siap, serta layanan informasi 24 jam diharapkan dapat menjamin perjalanan mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pemudik.


Tinggalkan Balasan