Media Kampung – 10 Maret 2026 | Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan jalur “langit” baru TransJakarta yang melayang di ketinggian 24 meter dan menempuh jarak 9,3 kilometer, menghubungkan blok M dengan Bandara Internasional Soekarno‑Hatta. Upaya ini menjadi bagian dari program integrasi transportasi publik menjelang musim Lebaran, sekaligus menandai pertama kalinya sistem bus bertingkat tinggi beroperasi di ibu kota.
Rute dan Fasilitas
Rute yang dinamai “Transjabodetabek Blok M‑Bandara Soetta” akan menghubungkan tiga titik pemberhentian utama: Terminal Bus Blok M, Stasiun Jatinegara, dan Terminal Bandara Soekarno‑Hatta. Seluruh koridor dilengkapi dengan jalur khusus yang dibangun di atas struktur tiang‑tiang beton setinggi 24 meter, memungkinkan bus meluncur tanpa bersentuhan dengan lalu lintas jalan raya.
- Panjang jalur: 9,3 km
- Ketinggian rata‑rata: 24 m
- Waktu tempuh estimasi: 18 menit dari Blok M ke bandara
- Kapasitas penumpang per bus: 120 orang, termasuk area khusus untuk penyandang disabilitas
Peluncuran Resmi
Pada Kamis, 12 Maret 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan jalur tersebut pada konferensi pers di Balairung Balai Kota. “Kami berharap layanan ini dapat menjadi alternatif terjangkau dan cepat bagi warga Jakarta serta penumpang bandara,” ujar Pramono. Meski tarif belum ditetapkan secara final, Gubernur menyatakan bahwa tarif sementara akan disamakan dengan layanan Transjabodetabek yang ada, yaitu Rp 3.500 per perjalanan, dengan kemungkinan penyesuaian setelah periode Idulfitri.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Pengoperasian jalur langit diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan utama, menurunkan emisi CO₂, serta mempercepat mobilitas tenaga kerja selama musim mudik Lebaran. Analisis awal dari Dinas Perhubungan DKI menyebutkan potensi penurunan kemacetan sebesar 12 % pada koridor utama yang dilalui bus konvensional.
Reaksi Publik
Warga Jakarta menyambut baik inovasi ini. “Tidak perlu lagi terjebak macet di Jalan Sudirman, cukup naik bus yang melayang, perjalanan ke bandara jadi jauh lebih nyaman,” kata seorang penumpang pertama, Budi Santoso, yang mencoba layanan pada hari peluncuran. Di media sosial, hashtag #TransJakartaLangit dan #Melayang24m menjadi trending topic di Twitter Indonesia.
Selain itu, para pengusaha transportasi online menilai persaingan akan memaksa mereka meningkatkan standar layanan. “Kami akan meninjau kembali tarif dan waktu tempuh agar tetap kompetitif,” ujar perwakilan salah satu platform ride‑hailing.
Rencana Pengembangan Selanjutnya
Menurut Rencana Induk Transportasi DKI 2026‑2030, jalur langit ini hanyalah langkah pertama. Pemerintah berencana menambah tiga rute serupa yang akan menghubungkan daerah‑daerah pinggiran Jakarta dengan pusat kota, termasuk rute ke Terminal Kalideres dan Terminal Pulo Gebang. Investasi total diperkirakan mencapai Rp 2,5 triliun, dengan dukungan dana dari APBD dan swasta melalui skema Public‑Private Partnership (PPP).
Dengan keberhasilan peluncuran jalur “langit” ini, DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjadikan transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas kota, sekaligus menyiapkan infrastruktur modern yang dapat menyesuaikan diri dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.









Tinggalkan Balasan