Pemerintah menyiapkan skema baru arus mudik Lebaran 2026 dengan memanfaatkan masjid sebagai rest area alternatif di sepanjang jalur perjalanan. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat saat Idulfitri dan mengurangi kepadatan di rest area tol.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan pihaknya telah meminta dukungan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia agar masjid-masjid di jalur mudik dapat difungsikan sebagai tempat istirahat bagi pemudik, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor.
Menurut Dudy, pemanfaatan masjid diharapkan memberi kenyamanan tambahan bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jauh. Pemerintah juga berencana menyiapkan fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, ketersediaan air bersih, penerangan, hingga ruang istirahat agar pemudik dapat berhenti dengan aman dan nyaman.
Skema ini dinilai strategis karena potensi pergerakan masyarakat pada lebaran 2026 tetap tinggi. Berdasarkan survei potensi mobilitas, sekitar 143 juta orang diproyeksikan melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri. Meski angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan survei tahun sebelumnya yang mencapai 146 juta orang, realisasi pergerakan pada tahun lalu justru menembus sekitar 154 juta orang.
Mayoritas responden, sekitar 66 persen, menyatakan perjalanan dilakukan untuk mudik dan bersilaturahmi ke kampung halaman. Artinya, kebutuhan titik istirahat yang memadai menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan dan kebugaran pengemudi selama perjalanan.
Selain masjid, Kementerian Perhubungan juga menyiapkan terminal serta jembatan timbang di jalur mudik sebagai titik istirahat tambahan. Dengan bertambahnya opsi tempat berhenti, diharapkan kepadatan di rest area tol dapat ditekan dan risiko kecelakaan akibat kelelahan bisa diminimalkan.
Dudy menilai sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama menjadi kunci keberhasilan skema ini. Ia menekankan bahwa momentum Idulfitri bukan hanya soal pergerakan besar-besaran, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan sosial yang kuat bagi masyarakat Indonesia.(SY)









Tinggalkan Balasan