Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai perundingan AS-Iran di Oman berlangsung sangat baik dan memastikan dialog kedua negara akan kembali dilanjutkan pada awal pekan depan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan hubungan Washington dan Teheran dalam beberapa waktu terakhir.

Perundingan AS-Iran di Oman digelar di Muscat pada Jumat (6/02/2026) waktu setempat. Dialog ini menjadi pertemuan pertama kedua negara sejak Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu, saat Teheran terlibat konflik bersenjata selama 12 hari dengan Israel. Konflik tersebut sempat menghentikan putaran negosiasi nuklir yang sebelumnya berjalan.

Trump menyampaikan bahwa pembicaraan dengan Iran menunjukkan sinyal positif, termasuk adanya keinginan kuat dari Teheran untuk mencapai kesepakatan. Ia juga mengonfirmasi bahwa pertemuan lanjutan telah disepakati dan akan digelar kembali dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, dalam perjalanan menuju resor Mar-a-Lago, Florida, pada Sabtu (7/02/2026).

Dalam perundingan ini, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff. Sementara itu, Iran diwakili langsung oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Selain Witkoff, menantu Trump, Jared Kushner, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut sebagai bagian dari tim negosiasi AS.

Pemerintah Iran menyambut positif jalannya perundingan. Teheran menilai suasana dialog dengan Washington berlangsung kondusif dan konstruktif. Araghchi menjelaskan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut difokuskan secara eksklusif pada program nuklir Iran, yang selama ini dituding negara-negara Barat berpotensi dikembangkan menjadi senjata nuklir. Iran kembali menegaskan bahwa program tersebut bersifat damai.

Di sisi lain, delegasi AS disebut mendorong agar isu lain turut masuk dalam agenda pembicaraan, termasuk program rudal balistik Iran, dukungan Teheran terhadap kelompok militan di kawasan, serta respons keras pemerintah Iran terhadap aksi demonstrasi antipemerintah.

Araghchi menyampaikan bahwa kedua belah pihak saling menyampaikan pandangan dalam suasana yang dinilainya positif dan terbuka. Ia juga mengonfirmasi adanya kesepakatan untuk melanjutkan proses negosiasi ke tahap berikutnya.

Meski demikian, Iran berharap Amerika Serikat menahan diri dari ancaman dan tekanan agar pembicaraan dapat terus berjalan. Sebelumnya, Trump sempat mengingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi berat apabila gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut. (BALQIS)