Yayasan Srikandi Merah Putih (YSMP) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 5.000 paket menstrual kit bagi perempuan penyintas bencana di wilayah Sumatera. Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi menstruasi perempuan di daerah terdampak bencana, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara.
Program ini merupakan hasil kolaborasi YSMP dengan Globar CSR International. Wakil Presiden YSMP, Stefanny Florina, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berangkat dari kepedulian para anggota yayasan yang seluruhnya merupakan perempuan terhadap kondisi penyintas perempuan di lokasi bencana. Ia menilai, kebutuhan khusus perempuan kerap terabaikan dalam penyaluran bantuan darurat yang umumnya berfokus pada logistik pangan.
Florina menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kesadaran akan kesehatan perempuan. Menurutnya, perhatian terhadap sanitasi dan kesehatan kewanitaan masih belum menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
Menstrual kit yang disiapkan YSMP dirancang dengan konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan. Paket tersebut menggunakan perlengkapan menstruasi yang dapat digunakan kembali sehingga lebih aman bagi lingkungan dibandingkan pembalut sekali pakai. Pendekatan ini dipilih sebagai upaya jangka panjang dalam membantu perempuan penyintas menghadapi keterbatasan fasilitas sanitasi di pengungsian.
Senada dengan itu, salah satu pendiri YSMP, Aurelly, menyoroti kerentanan perempuan di lokasi bencana. Ia menilai kebutuhan sanitasi menstruasi masih kerap dipandang sebagai kebutuhan sekunder dibandingkan pangan dan tempat tinggal, padahal kebersihan dan kesehatan reproduksi sangat krusial bagi perempuan.
Distribusi bantuan menstrual kit ini dijadwalkan mulai dilakukan pada April 2026. Aktris sekaligus anggota YSMP, Ririn Dwi Ariyanti, menyampaikan bahwa program ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan fisik semata. YSMP juga akan memberikan edukasi kepada penerima manfaat terkait cara penggunaan menstrual kit serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
Ririn menegaskan bahwa perempuan memiliki peran vital dalam kehidupan sosial dan keluarga, sehingga pemenuhan kebutuhan dasarnya, terutama dalam situasi bencana, harus menjadi perhatian bersama. Ia berharap kehadiran YSMP di lokasi bencana dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan reproduksi perempuan.
Upaya serupa juga disampaikan anggota YSMP lainnya, Metta Permadi, yang menyebut bahwa tingkat pemahaman terkait kesehatan kewanitaan di sejumlah daerah masih tergolong rendah. Oleh karena itu, program bantuan ini disusun berdasarkan data dan survei lapangan agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan penyintas.
Sementara itu, anggota YSMP Dame Aning berharap program pemberdayaan perempuan yang dijalankan yayasan dapat terus berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya semangat saling mendukung antarperempuan dalam menghadirkan kegiatan sosial yang berdampak nyata.
Program penyaluran menstrual kit ini turut didukung oleh sejumlah mitra, antara lain Globar CSR Foundation, KuCoin, dan Mahamedicare, sebagai bagian dari upaya kolaboratif dalam memperkuat dukungan bagi perempuan korban bencana di Sumatera.(SY)

















Tinggalkan Balasan