KABARBURSA.COM — PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mengungkapkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau IPO hingga 31 Desember 2025 masih terbatas. Dari dana bersih IPO sebesar Rp100,23 miliar, perseroan baru menggunakan Rp10,00 miliar, sementara sebagian besar dana masih belum direalisasikan.
Berdasarkan keterbukaan informasi, RLCO menghimpun dana IPO sebesar Rp105,00 miliar dengan total biaya penawaran umum mencapai Rp4,77 miliar. Dengan demikian, dana bersih yang diperoleh perseroan tercatat Rp100,23 miliar.
Direktur Utama Abadi Lestari Indonesia Edwin Pranata menjelaskan bahwa sejak awal dana IPO dialokasikan hanya untuk dua pos utama, yakni modal kerja dan setoran modal kepada entitas anak. Tidak terdapat rencana penggunaan dana di luar dua pos tersebut sebagaimana tercantum dalam prospektus.
Dalam perencanaan, perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp56,46 miliar untuk kebutuhan modal kerja. Sementara itu, sebesar Rp43,77 miliar disiapkan sebagai setoran modal kepada entitas anak.
Hingga akhir Desember 2025, realisasi penggunaan dana masih didominasi oleh modal kerja yang baru terserap Rp10,00 miliar. Adapun alokasi setoran modal kepada entitas anak belum direalisasikan sama sekali. Dengan kondisi tersebut, dana IPO yang belum digunakan mencapai Rp90,23 miliar atau sekitar 90 persen dari total dana bersih.
Perseroan juga merinci komposisi biaya penawaran umum yang mencapai Rp4,77 miliar. Biaya jasa penjualan tercatat sebagai komponen terbesar sebesar Rp1,05 miliar. Selanjutnya, biaya jasa akuntan publik mencapai Rp980,00 juta, diikuti biaya jasa penjaminan emisi Rp769,03 juta dan biaya jasa penyelenggaraan sebesar Rp731,00 juta.
Biaya konsultan hukum tercatat Rp600,00 juta, sementara jasa notaris mencapai Rp125,00 juta. Selain itu, perseroan menanggung biaya biro administrasi efek sebesar Rp90,00 juta serta biaya lain-lain yang meliputi pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia senilai Rp150,00 juta, pendaftaran Otoritas Jasa Keuangan Rp52,50 juta, pendaftaran KSEI Rp15,83 juta, serta biaya percetakan dan iklan sebesar Rp191,91 juta.
Manajemen menegaskan bahwa sisa dana IPO masih disimpan dan akan digunakan sesuai rencana awal yang telah disampaikan kepada publik. Hingga saat ini, tidak terdapat perubahan rencana penggunaan dana maupun pergeseran alokasi antarpos. (balqis)


















Tinggalkan Balasan