Pemerintah Kota Tangerang Selatan merespons aksi unjuk rasa mahasiswa yang memprotes persoalan penanganan sampah hingga berujung penumpahan sampah di halaman kantor wali kota. Pemkot Tangsel menyatakan berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan persampahan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyampaikan bahwa aspirasi yang disampaikan mahasiswa menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, keresahan publik terkait persoalan sampah dipahami dan akan ditindaklanjuti secara bertahap. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (8/01/2026).

Pemkot Tangsel saat ini telah melakukan pengangkutan sampah secara bertahap di seluruh wilayah kota dengan mengerahkan armada tambahan serta langkah percepatan lainnya. Pengelolaan sampah, kata Asep, dilakukan secara terukur seiring dengan proses penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang masih berlangsung. Meski demikian, pengangkutan sampah tetap dilakukan setiap hari dan terus dievaluasi agar lebih cepat dan efektif.

Selain penanganan jangka pendek, Pemkot Tangsel juga menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang. Pemerintah daerah berencana memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, mengoptimalkan armada dan sarana prasarana persampahan, serta mendorong peran aktif dan kedisiplinan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Pemkot Tangsel juga membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk mencari solusi berkelanjutan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalin kerja sama pengelolaan sampah dengan daerah lain maupun pihak swasta sebagai solusi sementara hingga menengah. Selain itu, pemerintah kota menyiapkan pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy sebagai solusi jangka panjang yang ramah lingkungan.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan sebagai bentuk protes atas polemik sampah yang belum terselesaikan. Massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta menurunkan muatan sampah dari dua truk di sekitar kantor wali kota dan menyampaikan orasi.

Kepolisian mencatat sekitar 30 orang terlibat dalam aksi yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga 17.06 WIB tersebut. Sampah yang ditumpahkan massa kemudian diangkut kembali oleh petugas, dan situasi di lokasi dinyatakan kondusif. (balqis)