Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berlanjut dan mencatatkan rekor tertinggi baru untuk hari ketiga berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Rabu (7/01/2026), IHSG menguat tipis 11,20 poin atau naik 0,13% ke level 8.944,81.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau ramai dengan nilai perdagangan mencapai Rp36,89 triliun. Sebanyak 70,57 miliar saham diperdagangkan melalui 4,57 juta kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 344 saham menguat, 362 saham melemah, dan 104 saham bergerak stagnan.
Di tengah penguatan indeks, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih cukup besar di seluruh pasar senilai Rp2,99 triliun. Rinciannya, pembelian bersih di pasar reguler mencapai Rp2,18 triliun, sementara di pasar negosiasi dan tunai tercatat sebesar Rp816,77 miliar.
Meski secara agregat mencatatkan net buy, aksi jual asing tetap terjadi pada sejumlah saham tertentu. Data perdagangan menunjukkan terdapat beberapa saham yang dilepas cukup signifikan oleh investor asing sepanjang perdagangan kemarin.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp594,08 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang mencatatkan net foreign sell sebesar Rp385,15 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) senilai Rp253,64 miliar.
Aksi jual asing juga terlihat pada saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) sebesar Rp168,36 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) senilai Rp140,86 miliar. Selain itu, investor asing turut melepas saham PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) sebesar Rp77,13 miliar dan PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) senilai Rp67,85 miliar.
Dari sektor perbankan, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tercatat mengalami penjualan bersih asing sebesar Rp53,09 miliar. Sementara itu, saham PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) dilepas asing senilai Rp52,81 miliar dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) sebesar Rp46,26 miliar.
Penguatan IHSG yang berlanjut di tengah aksi distribusi asing pada sejumlah saham besar mencerminkan dinamika pasar yang masih selektif, dengan investor domestik berperan menjaga pergerakan indeks tetap berada di jalur positif. (balqis)


















Tinggalkan Balasan