Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa (6/01/2026). Indeks ditutup menguat 74,42 poin atau 0,84 persen ke level 8.933,61 pada akhir sesi perdagangan.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia terpantau ramai. Nilai transaksi harian mencapai Rp34,16 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 67,93 miliar saham yang berpindah tangan melalui 4,37 juta kali transaksi. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 428 saham menguat, 256 melemah, dan 127 saham bergerak stagnan.
Di tengah reli indeks tersebut, investor asing justru mencatatkan pergerakan yang beragam. Secara keseluruhan, asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp590,94 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, pembelian bersih mencapai Rp911,41 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Namun, pada pasar reguler, investor asing justru mencatatkan penjualan bersih senilai Rp320,47 miliar.
Aksi jual asing tersebut terkonsentrasi pada sejumlah saham tertentu. Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun dari Stockbit, terdapat 10 saham yang paling banyak dilepas investor asing pada perdagangan kemarin.
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham dengan nilai penjualan asing terbesar, mencapai Rp509,26 miliar. Di posisi berikutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan net foreign sell sebesar Rp405,96 miliar. Disusul PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) senilai Rp102,15 miliar dan PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) sebesar Rp85,30 miliar.
Selanjutnya, PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) dilepas asing sebesar Rp52,81 miliar, diikuti PT Panin Financial Tbk. (PNLF) Rp36,42 miliar dan PT GTS Internasional Tbk. (GTSI) Rp35,62 miliar. Aksi jual asing juga terjadi pada PT Sinergi Inti Andalan Tbk. (INET) sebesar Rp32,36 miliar, PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) Rp29,76 miliar, serta PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) senilai Rp25,21 miliar.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG berada di level tertinggi, investor asing tetap melakukan rotasi portofolio dengan melepas sejumlah saham tertentu di tengah optimisme pasar.(balqis)

















Tinggalkan Balasan