Teror terhadap aktivis dan influencer yang mengkritik penanganan bencana di Sumatera mencuat menjelang akhir 2025. Rentetan intimidasi tersebut memicu perhatian publik terhadap sikap pemerintah dalam menjamin kebebasan berpendapat serta keselamatan warga negara.

Salah satu peristiwa menimpa Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, yang rumahnya didatangi teror berupa bangkai ayam pada Selasa (30/12/2025) pagi. Bangkai tersebut disertai pesan ancaman yang ditujukan kepada dirinya dan keluarga.

Pimpinan Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, menyampaikan bahwa paket berisi bangkai ayam dan surat ancaman ditemukan oleh anggota keluarga Iqbal sekitar pukul 05.30 WIB, setelah sebelumnya terdengar suara benda jatuh di pekarangan rumah. Ia menilai kejadian tersebut bukan peristiwa tunggal.

Leonard menyoroti adanya kesamaan pola dengan teror yang dialami dua figur publik lain, DJ Donny dan Sherly Annavita, yang juga mengalami intimidasi di Jakarta. Ketiganya diketahui kerap menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana banjir di wilayah Sumatera.

Menurut Leonard, kesamaan sasaran dan konteks kritik yang disampaikan membuat pihaknya menduga teror tersebut terjadi secara sistematis. Atas dasar itu, Greenpeace tengah mempertimbangkan langkah hukum dengan melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian, meski aktivitas kampanye akan tetap dijalankan.

Teror terhadap aktivis ini terjadi di tengah situasi darurat bencana. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, korban meninggal akibat banjir di Sumatera mencapai 1.167 orang, sehingga kritik terhadap tata kelola penanganan bencana semakin menguat di ruang publik.

Serangkaian kejadian tersebut memunculkan desakan agar pemerintah bersikap tegas dan memastikan perlindungan terhadap warga yang menyampaikan pendapat secara kritis. Publik menilai, penanganan yang transparan dan pengusutan tuntas terhadap pelaku teror menjadi kunci menjaga iklim demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia. (balqis)