Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai dampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi beberapa hari lalu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sebanyak tiga warga dilaporkan mengalami luka berat dan saat ini semuanya menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Haryoto Lumajang.

Selain menimbulkan korban luka, letusan Semeru juga menyebabkan kerusakan signifikan pada sektor pertanian. BNPB mencatat total 204,63 hektare lahan terdampak material vulkanik dan dinyatakan rusak. Kerusakan itu meliputi lahan tanaman pangan serta area yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga setempat.

Dampak di permukiman warga turut tercatat cukup serius. BNPB menyebut ada 21 unit rumah rusak berat akibat lontaran material erupsi. Fasilitas umum juga terdampak, termasuk satu bangunan pendidikan, satu fasilitas kesehatan, dan satu gardu listrik yang mengalami kerusakan berat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pendataan dan pemulihan terus dilakukan. Ia menegaskan bahwa kerusakan lahan, rumah, dan fasilitas umum menunjukkan besarnya dampak yang dirasakan masyarakat, dan pemerintah terus bergerak melakukan penanganan lanjutan.

Upaya pembersihan material vulkanik dan pemulihan sarana terdampak saat ini dilakukan secara bertahap oleh pemerintah daerah bersama tim gabungan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi aktivitas vulkanik susulan mengingat kondisi Gunung Semeru yang masih fluktuatif. (putri).