Program Bakti Negeri Perkuat Dukungan bagi Pelaku Seni dan Budaya
Upaya meningkatkan kesejahteraan pelaku seni dan budaya kembali mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan “Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya” yang berlangsung di Pelataran Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan lebih dari seribu pelaku seni dari berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut, memperlihatkan antusiasme dan kebutuhan besar atas dukungan negara terhadap sektor kebudayaan.
Program ini menjadi ruang bersama bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk bergotong royong memperkuat perlindungan sosial, layanan kesehatan, dan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat kebudayaan. Kehadiran ribuan peserta menjadikan acara ini salah satu momentum penting dalam upaya pemerintah memperhatikan pelaku seni yang selama ini berperan besar menjaga keberlanjutan identitas budaya Indonesia.
Kementerian Kebudayaan Tegaskan Komitmen Perlindungan Pelaku Seni
Dukungan penuh terhadap kegiatan ini disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang hadir untuk membuka rangkaian acara. Menurutnya, program Bakti Negeri bukan sekadar seremoni, tetapi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial bagi para pelaku seni dan budaya.
Fadli menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab besar memastikan pelaku seni mendapatkan perlindungan yang layak, terutama mengingat peran mereka dalam menjaga keragaman budaya di Indonesia.
“Program ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan, layanan kesehatan, serta perlindungan bagi para pelaku seni dan budaya,” ujar Fadli.
Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi yang mendorong komunitas seni untuk lebih memahami pentingnya perlindungan sosial. Dengan pendekatan interaktif dan partisipatif, para peserta tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai manfaat jaminan sosial bagi keberlanjutan profesi mereka.
Gotong Royong Lintas Kementerian dan Daerah
Salah satu hal yang menonjol dalam kegiatan ini adalah keterlibatan banyak pihak. Program Bakti Negeri dirancang sebagai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait yang memiliki kepedulian terhadap pelaku seni.
Pendekatan kolaboratif ini dianggap penting karena kebutuhan para pelaku budaya sangat beragam—mulai dari perlindungan sosial, akses kesehatan, hingga peningkatan kapasitas sebagai pekerja kreatif. Dengan menempatkan kegiatan di Gedung Sate, ikon pemerintahan Jawa Barat, program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah provinsi setempat.
Melalui sinergi lintas sektor, program Bakti Negeri diharapkan menjadi contoh implementasi kebijakan kebudayaan yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi dapat memberikan dampak langsung bagi pelaku seni.
Fokus pada Perlindungan Sosial dan Layanan Kesehatan
Salah satu tujuan utama dari program ini adalah memperluas akses pelaku seni terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan dan layanan kesehatan. Banyak pekerja seni di Indonesia yang belum memiliki perlindungan formal karena sifat pekerjaan yang tidak selalu stabil atau memiliki kontrak tetap. Situasi ini menjadikan mereka rentan terhadap risiko sosial dan ekonomi.
Melalui program Bakti Negeri, pelaku seni diajak untuk mendaftarkan diri ke dalam skema perlindungan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Edukasi dilakukan oleh para narasumber dari lembaga terkait untuk memastikan para peserta memahami manfaat, prosedur, serta hak yang bisa mereka dapatkan.
Selain itu, kegiatan ini juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi fisik dan mental para pelaku budaya.
Pendekatan Edukatif dan Interaktif
Tak hanya memberikan akses layanan, program Bakti Negeri juga menghadirkan sesi diskusi dan edukasi yang dirancang interaktif. Materi disampaikan dalam format yang mudah dipahami, sehingga pelaku seni dapat mengidentifikasi risiko yang mungkin mereka hadapi serta mengetahui pilihan perlindungan yang tersedia.
Beberapa materi yang dibahas antara lain:
Pentingnya jaminan sosial untuk profesi seni
Informasi mengenai hak dan kewajiban peserta jaminan sosial
Cara mendaftar dan mengklaim manfaat
Perlindungan bagi profesi kreatif yang bersifat freelance
Pentingnya menjaga kesehatan bagi pekerja seni
Dengan pendekatan ini, para pelaku seni tidak hanya menerima manfaat sesaat, tetapi juga dibekali pengetahuan yang dapat digunakan jangka panjang untuk menjaga kesejahteraan mereka.
Partisipasi Seribu Lebih Pelaku Seni, Wujud Besarnya Antusiasme
Jumlah peserta yang mencapai lebih dari seribu orang menunjukkan besarnya kebutuhan pelaku budaya terhadap dukungan pemerintah. Mereka datang dari berbagai latar belakang seni—mulai dari seni rupa, seni pertunjukan, musik, tari, teater, hingga kesenian tradisional.
Kehadiran jumlah besar ini turut memperlihatkan bahwa sektor kebudayaan memerlukan perhatian serius dari negara. Banyak pelaku seni yang berperan dalam pelestarian budaya daerah sekaligus mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, di sisi lain, mereka juga menghadapi tantangan kesejahteraan yang tidak sedikit.
Program seperti Bakti Negeri diharapkan mampu mengisi kekosongan tersebut dengan memberikan kepastian dan keamanan kerja yang lebih baik.
Harapan Terhadap Keberlanjutan Program
Kegiatan yang digelar di Gedung Sate ini bukanlah titik akhir. Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong program serupa agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku seni di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah memastikan seluruh pekerja budaya mendapatkan akses terhadap perlindungan sosial tanpa terkecuali.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat diadaptasi oleh daerah lain sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas budaya lokal.
Program Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya menjadi bukti konkret bahwa negara hadir dalam memperjuangkan kesejahteraan pelaku budaya. Melalui dukungan lintas kementerian, edukasi interaktif, dan penyediaan layanan kesehatan, pemerintah berupaya memastikan pelaku seni mendapat perlindungan yang layak sebagai penjaga warisan budaya Indonesia.
Dengan antusiasme peserta yang begitu besar, acara di Gedung Sate tidak hanya menjadi pertemuan komunitas seni, tetapi juga momentum penting menuju ekosistem kebudayaan yang lebih kuat, sehat, dan berkelanjutan. (balqis).
















