Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menginstruksikan agar proyek Kereta Cepat Whoosh tidak hanya berhenti di Surabaya, tetapi diperpanjang hingga Banyuwangi, Jawa Timur. Arahan tersebut disampaikan Presiden usai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2025).

“Insyaallah, saya minta tidak hanya Surabaya. Banyuwangi. Kereta cepat sampai Banyuwangi,” tegas Presiden Prabowo di hadapan awak media. Ia menekankan bahwa visi pembangunan infrastruktur transportasi nasional harus melampaui rencana awal. “Surabaya itu zaman dulu. Sekarang Banyuwangi,” ujarnya.

Presiden menyebut, perluasan jalur kereta cepat hingga ke ujung timur Pulau Jawa merupakan langkah strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan dan konektivitas nasional.

Respons Pemerintah Daerah

Instruksi Presiden tersebut disambut positif oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan tersebut.

“Ini merupakan kabar gembira sekaligus momentum penting bagi Banyuwangi. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden dan siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk merealisasikan perpanjangan trayek ini,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, kehadiran kereta cepat Whoosh akan menjadi katalisator pembangunan ekonomi dan pariwisata di Banyuwangi.
“Kehadiran Whoosh akan melengkapi dan memperkuat konektivitas multimoda kami yang sudah didukung Bandara Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang. Ini akan mendongkrak pariwisata, memperlancar logistik, dan mempererat hubungan dengan pusat-pusat ekonomi nasional,” paparnya.

Potensi Ekonomi dan Transportasi

Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember menunjukkan, rute Banyuwangi merupakan salah satu yang terpadat di Indonesia. Gabungan jumlah penumpang di tiga stasiun utama Banyuwangi—Banyuwangi Kota, Ketapang, dan Kalisetail—menempati posisi tertinggi di wilayah operasi Daop 9 pada triwulan III 2025.

Selain itu, sektor pariwisata Banyuwangi juga terus menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang tahun 2024, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3,2 juta orang, menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur.

Kebijakan perpanjangan jalur kereta cepat hingga Banyuwangi ini dinilai sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan nasional. Dengan adanya integrasi transportasi cepat dari barat hingga timur Pulau Jawa, pemerintah berharap akan terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan dan efisiensi logistik nasional.