Lumajang – Tim Pemburu Kejahatan Polres Lumajang kembali menggelar patroli malam hingga dinihari untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (2/9/2025) dinihari, dengan menyisir sejumlah titik rawan kejahatan di wilayah Kecamatan Sumbersuko.
Patroli yang dipimpin Katim Tim Pemburu Kejahatan, Ipda Hendri Harimurti, dimulai sekitar pukul 00.05 WIB dari Jalan Joyokarto, Desa Sentul. Tim bermotor tersebut menyusuri jalanan sepi yang berpotensi menjadi lokasi tindak kriminal, khususnya kejahatan jalanan.
Sekitar pukul 01.30 WIB, rombongan melanjutkan pemantauan ke Poskamling Dusun Darungan, Desa Mojosari. Di sana, petugas berdialog dengan warga yang tengah melaksanakan ronda malam, sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas.
“Kami tekankan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap orang asing yang mencurigakan. Aktifkan ronda malam, dan segera laporkan ke kepolisian bila ada potensi gangguan keamanan,” ujar Ipda Hendri.
Ia menambahkan, patroli difokuskan untuk mencegah tindak pidana 4C: Curas (pencurian dengan kekerasan), Curat (pencurian dengan pemberatan), Curanmor (pencurian kendaraan bermotor), serta Curhewan (pencurian hewan). Menurutnya, jenis kejahatan tersebut masih rawan terjadi di wilayah pedesaan maupun jalur sepi.
“Tim Pemburu Kejahatan selalu siap bergerak kapan saja. Kami ingin masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang tanpa dihantui rasa takut,” tegasnya.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H., mengapresiasi langkah jajarannya yang rutin melakukan patroli malam. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelayanan nyata kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Patroli tidak hanya mencegah tindak kriminal, tetapi juga memberi rasa aman. Harapan kami, masyarakat ikut berpartisipasi melalui siskamling dan komunikasi aktif dengan aparat,” ungkap Kapolres.
Menurutnya, keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan juga membutuhkan kolaborasi semua elemen masyarakat. Dengan patroli rutin, Polres Lumajang berharap angka kriminalitas dapat ditekan seminimal mungkin dan warga semakin merasa terlindungi.
















