Media Kampung – Dalam upaya meningkatkan kesadaran anak tentang keselamatan, TKIT Khairu Ummah Al-Miqbas di Cianjur mengajarkan anak-anak simulasi menjaga diri dari orang asing. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak mengenali situasi yang tidak aman dan memberi mereka keterampilan untuk menghadapi orang asing dengan lebih percaya diri.
Pentingnya Edukasi Menjaga Diri Sejak Usia TK
Psikolog Pendidikan, Gita Aulia Nurani, Ph.D., menjelaskan bahwa edukasi tentang menjaga diri harus diberikan sejak anak berada di taman kanak-kanak. Menurutnya, penyampaian informasi harus menggunakan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Anak perlu diajarkan untuk selalu meminta izin kepada orang tua atau guru sebelum pergi dengan orang lain. Mereka juga harus belajar menolak ajakan yang dirasa tidak nyaman dan mencari bantuan ketika berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. “Fokusnya bukan untuk membuat anak takut pada semua orang asing, tetapi untuk mengenali perilaku yang tidak aman,” tegas Gita.
Simulasi Membantu Anak Memahami Cara Melindungi Diri
Simulasi atau praktik langsung sangat penting dalam proses belajar ini. Dengan melakukan simulasi, anak tidak hanya mendengar aturan tetapi juga berlatih melakukan tindakan konkret, seperti menolak ajakan dan melaporkan kepada orang dewasa yang dipercaya. Gita menekankan bahwa praktik langsung membantu anak memahami cara menjaga diri.
Namun, simulasi harus dilakukan dengan cara yang aman, misalnya melalui permainan peran. Sebelum kegiatan dimulai, anak perlu diberikan penjelasan agar mereka tidak merasa takut atau dipermalukan. Selain itu, latihan perlu diulang dan dibahas kembali dengan bahasa yang sederhana.
Pengawasan Orang Dewasa Tetap Penting
Walaupun anak sudah mengikuti simulasi, mereka tetap membutuhkan pendampingan dari orang dewasa. Gita mengingatkan bahwa keberhasilan dalam simulasi tidak menjamin anak dapat merespons dengan cara yang sama dalam situasi nyata. Oleh karena itu, pengawasan orang tua dan guru sangat penting dalam proses edukasi ini.
Anak perlu memiliki ruang yang aman untuk berbagi pengalaman atau kejadian yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Dengan demikian, mereka bisa belajar dan tumbuh menjadi individu yang lebih waspada dan siap menghadapi situasi yang berpotensi berbahaya.












