Media Kampung – Seorang polisi, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, tewas setelah ditembak oleh juniornya, Bharada Andika Rahmadani, di Mako Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Peristiwa tragis ini masih menyimpan misteri, dan pihak Polda Metro Jaya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan. Sejumlah barang bukti, termasuk selongsong peluru dan senjata tajam, telah disita untuk mendalami kasus tersebut. “Kami mohon waktu kepada teman-teman sekalian untuk selalu meng-update informasi ini,” ujarnya kepada wartawan.

Proses hukum terhadap tersangka, Bharada Andika Rahmadani, sedang berlangsung. Saat ini, Andika sudah diamankan dan ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Menurut Budi, pihaknya masih menunggu kondisi tersangka untuk melakukan pemeriksaan intensif.

Proses Penyelidikan

Budi juga menekankan bahwa pihak kepolisian tidak memberikan ruang bagi personel yang melakukan pelanggaran. “Kami sudah melakukan penanganan yang terperinci dan profesional,” tegasnya. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengungkap fakta-fakta yang ada dan memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dugaan Masalah Bullying

Kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, mengungkapkan bahwa kejadian ini diduga dipicu oleh masalah bullying yang dialami oleh tersangka. Menurutnya, Andika merasa tertekan akibat perlakuan teman-temannya, yang kemudian melampiaskan emosi kepada korban.

Kepolisian berkomitmen untuk menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan akuntabel. Setiap perkembangan dalam kasus ini akan disampaikan kepada masyarakat berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah terverifikasi.