Media Kampung – Lagu-lagu K-pop telah lama menjadi bagian dari taman kanak-kanak dan ruang kelas di Korea, namun hanya sedikit yang diciptakan khusus untuk anak-anak. Melihat peluang ini, mantan anggota NCT, Mark Lee, berinisiatif untuk mengisi celah tersebut melalui program yang ia sebut sebagai kids-pop atau pop anak-anak.
Program Kids-POP
Gagasan Mark ini terwujud dalam serial YouTube Mark Lee Kids-POP, yang diluncurkan pada bulan September di saluran Upper Room, label yang didirikannya setelah keluar dari boy band NCT dan agensi SM Entertainment pada April lalu. Dalam setiap episodenya, Mark yang berasal dari Kanada ini berinteraksi dengan anak-anak, mendengarkan cerita mereka, serta mencari ide-ide musik dari cerita tersebut.
Celah dalam Industri Musik
Mark menyoroti bahwa celah yang ia tunjukkan bukanlah hal baru. Lagu Love Scenario dari iKON yang dirilis pada 2018 menjadi salah satu lagu favorit di kalangan anak-anak TK. Selain itu, lagu Golden, yang meraih puncak tangga lagu Billboard Hot 100 dari film animasi Netflix KPop Demon Hunters, ditulis sebagai lagu pop untuk grup idola fiktif, bukan untuk anak-anak.
Kolaborasi dengan Jenama Anak-anak
Sejauh ini, industri musik telah menjawab kebutuhan ini dengan berkolaborasi dengan berbagai jenama anak-anak. Kolaborasi tersebut seringkali melibatkan idola K-pop yang menyumbangkan suara mereka untuk lagu tema animasi. Misalnya, lagu tema Banana Cha Cha oleh MOMOLAND pada 2019 memicu gelombang video cover di kalangan anak-anak balita. Selain itu, ENHYPEN juga mendaur ulang lagu Hey Tayo dari Tayo the Little Bus pada 2021.
Proyek Berbeda dari Mark Lee
Namun, proyek Mark memiliki tujuan yang berbeda. Dalam episode yang dirilis pada 9 Oktober, ia menghabiskan hari dengan anak-anak untuk menggali ide-ide musik dari pengalaman mereka. Dengan demikian, Mark berharap bisa memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam dunia musik anak-anak, dibandingkan sekadar kolaborasi dengan merek.












