Media Kampung – Bali Tech Week 2026 berlangsung selama lima hari, pada 19-23 Oktober 2026, di Bali. Acara ini menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan bisnis untuk mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi. Agenda tersebut bertujuan untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan investasi bagi ekosistem digital Indonesia.

Rangkaian kegiatan dirancang untuk menghubungkan inovasi digital Indonesia dengan kebutuhan industri serta peluang pasar regional dan global. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan bahwa Bali Tech Week menjadi momentum penting untuk mempertemukan pelaku ekosistem digital yang selama ini berinteraksi melalui forum dan agenda berbeda.

Peluang Kolaborasi

Melalui pertemuan lintas sektor, pemerintah berharap berbagai gagasan dan potensi kerja sama dapat berkembang menjadi proyek serta peluang bisnis yang memberikan manfaat nyata. “Bali Tech Week merupakan wujud nyata dari upaya bersama untuk membangun ekosistem digital Indonesia. Pemerintah, industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas memiliki peran masing-masing dalam memajukan ekosistem ini. Ketika kita bertemu lintas sektor, kita dapat menemukan mitra, memecahkan masalah, dan mengubah ambisi bersama menjadi kerja nyata,” ujar Edwin dalam pembukaan acara tersebut di Denpasar, Bali.

Program HUB.ID

Salah satu program yang mendukung kolaborasi adalah HUB.ID. Program ini mempertemukan startup, investor, dan perusahaan untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan bisnis. Dalam rangkaian Bali Tech Week 2026, HUB.ID telah menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan formal. Selain agenda resmi, peserta juga berpeluang membangun koneksi melalui pertemuan informal yang dapat membuka jalan bagi kerja sama baru.

Interaksi Antarpelaku Industri

Edwin menegaskan bahwa Kemkomdigi ingin memastikan interaksi antarpelaku industri tidak berhenti pada diskusi atau pameran teknologi. Penyelenggara merancang rangkaian kegiatan untuk memfasilitasi pertemuan bisnis, penjajakan investasi, diskusi kebijakan, dan pertukaran pengalaman antara peserta dari Indonesia maupun luar negeri. “Program ini dirancang agar koneksi yang terbangun dapat memberikan manfaat. Bali Tech Week bukan hanya rangkaian diskusi atau ajang menampilkan teknologi, melainkan ruang untuk pertemuan terarah, penjajakan bisnis, pembahasan kebijakan, dan pertukaran gagasan antara peserta lokal dan internasional,” ucap Edwin.

Partisipasi Internasional

Bali Tech Week 2026 juga diharapkan dapat membantu startup menemukan mitra strategis, mempertemukan investor dengan peluang bisnis, serta mendorong perusahaan teknologi mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Acara ini diperkirakan akan dihadiri 1.800 peserta setiap hari dari lebih dari 35 negara dengan 13 kegiatan utama yang membahas beragam bidang teknologi dan ekonomi digital.