Media Kampung – Bondowoso menerima program revitalisasi sekolah 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Program ini mencakup 165 sekolah dari tingkat PAUDTK, SD, dan SMP yang tersebar di beberapa kecamatan di Bondowoso.
Jumlah Sekolah dan Alokasi Anggaran
Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso, Taufan Restuanto, dari 165 sekolah yang menerima bantuan, rinciannya adalah 84 PAUDTK, 76 SD sederajat, dan 5 SMP sederajat. Besaran anggaran untuk masing-masing sekolah berbeda, disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan dan kebutuhan yang diajukan oleh Dispendik ke Kemendikdasmen.
Untuk PAUDTK, anggaran revitalisasi berkisar antara Rp350 juta hingga Rp1,1 miliar, sedangkan SD menerima sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta, dan SMP berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
Penyaluran Anggaran
Taufan menjelaskan bahwa penyaluran anggaran revitalisasi tidak melalui APBD Bondowoso, melainkan Kemendikdasmen RI langsung mentransfer dana ke rekening sekolah berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS). “Penyaluran anggaran revitalisasi sekolah ini tentu membantu Pemkab Bondowoso dalam memenuhi kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana sekolah, karena anggaran daerah memang tidak cukup,” ujarnya.
Peluang Kerja untuk Masyarakat
Program revitalisasi sekolah juga membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar sekolah. Pengerjaan fisik revitalisasi dilakukan secara swakelola, yang memungkinkan masyarakat setempat terlibat. “Dengan pengerjaan fisik secara swakelola, masyarakat sekitar dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambah Taufan.
Kebutuhan Sekolah Lainnya
Taufan menambahkan bahwa masih ada sekitar 160 sekolah lainnya yang juga memerlukan perbaikan sarana dan prasarana. Dinas Pendidikan Bondowoso sebelumnya telah mengajukan semua sekolah yang membutuhkan perbaikan untuk menerima program revitalisasi, namun baru 165 sekolah yang terpilih.











