Media Kampung – Tasya Farasya belum lama ini mengungkapkan kecurigaannya bahwa akun Instagram miliknya mengalami shadowban. Hal ini terjadi setelah ia menyuarakan isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan.
Kecurigaan Tasya berawal dari anjloknya jumlah tampilan pada InstaStory-nya setelah membahas isu tersebut. Biasanya, Insta Story nya ditonton lebih dari satu juta kali, namun setelah membahas karhutla, jumlah view-nya hanya mencapai sekitar 85.000.
“Oh gitu caranya mainnya. Shadowbanned ya kalau speak up,” ungkap Tasya Farasya. Istilah shadowban merujuk pada kondisi di mana jangkauan atau visibilitas konten di media sosial diduga dibatasi tanpa pemberitahuan kepada pemilik akun.
Unggahan Tasya pun menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. Meskipun banyak yang setuju dengan kecurigaannya, ada juga yang berpendapat bahwa penurunan jumlah penonton bisa disebabkan oleh faktor lain.
Sebelumnya, Tasya juga mengumumkan rencananya untuk mendirikan posko bantuan yang akan menyediakan ruang aman dari asap bagi masyarakat yang terdampak karhutla di Kalimantan Tengah. Posko tersebut direncanakan mulai aktif pada 23 Oktober 2026. Tasya menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bentuk kepedulian terhadap sesama, bukan untuk mencari pengakuan publik.













