Media Kampung – Presiden La Liga, Javier Tebas, kembali memperpanjang konflik terbuka dengan manajemen Real Madrid setelah munculnya bentangan spanduk protes dari suporter di Stadion Santiago Bernabeu pekan ini. Perselisihan ini memuncak setelah pertandingan melawan Sevilla, di mana para pendukung mengungkapkan kritik tajam terhadap kepemimpinan liga.

Tebas menilai aksi suporter tersebut membuktikan klaimnya mengenai metode komunikasi yang diterapkan oleh jajaran direksi klub. Ia menuduh pihak klub sering memanipulasi opini publik dan mengalihkan kemarahan pendukung kepada pihak tertentu, yang semakin memperburuk hubungan antara otoritas Liga Spanyol dan manajemen Real Madrid.

Tudingan Propaganda dan Tuntutan Pengunduran Diri

Konflik ini berawal dari pernyataan Tebas yang menyebut seorang jurnalis sebagai juru bicara resmi pimpinan Real Madrid. Ia bahkan membandingkan teknik komunikasi klub dengan propaganda era Jerman Nazi. Tebas kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataannya hanya merujuk pada teknik komunikasi, bukan ideologi politik.

Dalam klarifikasinya, Tebas menganggap fakta lapangan telah membuktikan kebenaran pandangannya tersebut, dengan menyatakan, “Hanya butuh waktu dua hari bagi fakta untuk membuktikan bahwa apa yang saya katakan itu benar.” Manajemen Real Madrid merespons tuduhan ini dengan merilis pernyataan resmi yang menuntut Tebas untuk segera mengundurkan diri, menilai komentar Tebas sebagai hal yang tidak dapat ditoleransi dan menunjukkan ketidaknetralan seorang pimpinan lembaga.

Aksi Protes Suporter dan Ancaman Personal

Ketegangan makin memuncak saat laga melawan Sevilla berlangsung, di mana suporter membentangkan spanduk dengan tuduhan yang mengaitkan Tebas dengan kasus Negreira, disertai nyanyian kritik yang menggema di Santiago Bernabeu. Tebas mempertanyakan sikap manajemen klub apakah akan mengabaikan protes tersebut sebagai pandangan suporter semata, dan menegaskan bahwa manajemen klub memiliki kemampuan untuk mengarahkan kemarahan publik.

Tebas juga mengungkapkan ancaman yang pernah diterimanya dari pihak lawan terkait penggalangan opini publik, dengan menyatakan, “Saya akan membalikkan seluruh pendukung Real Madrid untuk melawan Anda dan Anda tidak akan bisa keluar ke jalan,” menirukan ancaman tersebut.

Desakan Transparansi Jadwal Pertandingan

Perselisihan ini semakin memanas ketika Tebas mendesak manajemen klub untuk membuka seluruh data permohonan perubahan waktu pertandingan. Ia meminta klub untuk memperjelas berapa banyak permohonan yang disetujui serta hubungannya dengan acara lain di Santiago Bernabeu. “Jika Anda telah bertindak dengan niat baik, maka bantahlah kebohongan tersebut, jelaskan kebenarannya, dan tunjukkan seluruh datanya,” tegas Tebas.