Media Kampung – Aksi protes yang berlangsung di beberapa kota di Italia pada akhir pekan lalu berujung pada kerusuhan parah di Milan. Dalam insiden ini, terjadi aksi penjarahan dan vandalisme yang melibatkan bentrokan antara demonstran dan polisi.
Untuk mengatasi situasi tersebut, pihak berwenang Italia memutuskan untuk mengerahkan 500 tentara ke Milan. Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, menyatakan bahwa tujuan pengiriman tentara adalah untuk “melindungi Milan” menyusul kerusuhan yang telah berlangsung selama dua hari terakhir. Dalam bentrokan tersebut, para demonstran dikabarkan menjarah toko-toko dan merusak berbagai properti.
Menurut laporan yang disampaikan oleh Sputnik, pengerahan pasukan ini rencananya akan dimasukkan ke dalam paket keamanan yang akan disetujui dalam rapat kabinet yang dijadwalkan pada hari Selasa.
Di Milan, lebih dari 300 orang telah ditangkap oleh pihak kepolisian, dan hampir 50 di antaranya ditahan. Bentrokan tersebut juga menyebabkan lebih dari 110 petugas penegak hukum memerlukan perawatan medis.
Asosiasi bisnis Confcommercio Milano melaporkan bahwa kerugian akibat kerusuhan ini mencapai lebih dari 700.000 euro, setara dengan sekitar Rp14 miliar. Secara nasional, asosiasi pengusaha Italia, Unimpresa, memperkirakan total kerugian akibat kerusuhan ini mencapai 1,6 juta euro, atau sekitar Rp32 miliar.
Kerusuhan serupa juga dilaporkan terjadi di Paris, dengan para demonstran mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kenaikan biaya hidup yang semakin mencekik mereka.













