Media Kampung – Situasi di Kota Paris, Prancis, mendadak riuh dan mencekam menjelang duel sengit Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Barcelona pada Rabu (21/10) dini hari WIB. Gelombang kerusuhan hebat melanda berbagai penjuru negara, termasuk di kawasan ibu kota, dengan lebih dari 2.400 orang dilaporkan ditangkap oleh pihak kepolisian setelah aksi anarkis meluas. Sejumlah bangunan dibakar dan toko-toko dijarah ketika puluhan ribu orang turun ke jalan.

Situasi kekacauan yang terjadi secara tiba-tiba ini membuat pemerintah Prancis terkejut. Presiden Emmanuel Macron mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Kondisi di Paris dilaporkan sangat parah hingga pihak kepolisian sempat kehilangan kendali dalam meredam massa. Bentrokan pecah antara kelompok warga lokal dan aparat kepolisian, di mana massa melemparkan batu serta botol. Protes yang awalnya damai terkait kekurangan guru dan buruknya fasilitas sekolah, berubah menjadi anarkis.

Bagaimana Nasib Laga PSG vs Barcelona

Di tengah kondisi Kota Paris yang bergejolak, kepastian laga Liga Champions antara PSG dan Barcelona sempat dipertanyakan. Namun, hingga saat ini laga tersebut tetap dipastikan berjalan sesuai jadwal. Pihak kepolisian Paris mengategorikan pertandingan ini dalam tingkat risiko rendah. Selain itu, PSG telah menerapkan area sterilisasi ketat di sekeliling Stadion Parc des Princes untuk membatasi akses warga.

Dari sisi tim, PSG diuntungkan dengan kondisi skuad yang hampir penuh. Pelatih Luis Enrique bahkan sempat mengistirahatkan sejumlah pemain kunci seperti Ousmane Dembele, Vitinha, dan Achraf Hakimi pada laga akhir pekan lalu. Sementara itu, Barcelona justru datang ke Prancis dengan krisis lini belakang, di mana Eric Garcia, Jules Kounde, dan Andreas Christensen dipastikan absen akibat cedera yang dialami.