Media Kampung – Desa Kedungpandan di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, diusulkan untuk menjadi Kampung Nelayan Modern. Usulan ini disampaikan oleh anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, dalam pertemuan dengan nelayan setempat pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Dalam diskusi tersebut, nelayan mengungkapkan kebutuhan mendesak akan akses bahan bakar minyak (BBM) yang terjangkau, selain bantuan alat tangkap. Pertemuan ini menyoroti masalah biaya operasional yang tinggi akibat panjangnya rantai distribusi BBM. Bambang Haryo menekankan pentingnya penyaluran BBM yang lebih efisien, baik langsung dari Pertamina maupun melalui satu perantara untuk menekan harga.

Akses BBM dan Infrastruktur Pesisir

“Permasalahan utama adalah BBM. Nelayan menginginkan penyaluran langsung dari Pertamina atau maksimal melalui pihak kedua, sehingga harganya bisa lebih murah,” ujar BHS. Ia menambahkan bahwa akses BBM yang lebih terjangkau akan membantu nelayan meningkatkan pendapatan dari hasil tangkapan.

Usulan Program Kampung Nelayan

BHS juga mengusulkan agar kawasan nelayan di Desa Kedungpandan masuk dalam program Kampung Nelayan yang digagas oleh pemerintah pusat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas permukiman serta melengkapi fasilitas pendukung aktivitas perikanan, seperti tempat penyimpanan ikan berpendingin untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan.

“Saya minta segera diajukan. Saat pengajuan itu, saya akan kawal dan sampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan agar bisa direalisasikan di Sidoarjo,” tambah BHS.

Bantuan untuk Nelayan

Di tengah kebutuhan pembangunan fasilitas pesisir, BHS juga menyalurkan bantuan berupa lima unit jaring kepada nelayan Jabon. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), ia menargetkan tambahan delapan unit jaring dan satu mesin kapal pada tahun depan untuk menunjang kebutuhan operasional nelayan.

Ketua Nelayan Jabon, Bambang Jatmiko, mengapresiasi perhatian yang diberikan terhadap persoalan yang dihadapi nelayan. Ia berharap dukungan tersebut dapat berlanjut dan menjangkau kebutuhan masyarakat pesisir, terutama di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan. Menurutnya, keberlanjutan dukungan diperlukan agar berbagai persoalan yang dihadapi nelayan tidak hanya mendapat penanganan sementara.