Media Kampung – Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Sekitar pukul 21.00 WIB, bau asap masih tercium menyengat, meskipun secara visual kabut terlihat sedikit menipis dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara IQAir, Kecamatan Sukarami menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk, dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 314, yang masuk dalam kategori berbahaya. Sementara itu, tiga titik pemantauan lainnya berada dalam kategori sangat tidak sehat, yakni Demang Lebar Daun dengan AQI 221, Universitas Sriwijaya Bukit Palembang sebesar 234, dan GP Palembang mencapai 269. Adapun kawasan Musi 2 Palembang mencatat AQI 189, yang masuk kategori tidak sehat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas udara di sejumlah wilayah Palembang masih memprihatinkan. Warga perlu mewaspadai paparan polusi, terutama anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau gangguan kesehatan lainnya.
Salah seorang warga di Kecamatan Sukarami mengaku kembali merasakan bau asap yang sangat menyengat pada Sabtu malam. “Malam ini kualitas udara kembali ke level berbahaya. Asapnya menyengat sekali. Padahal, sudah dilakukan uji coba dry ice, tetapi asap masih ada,” ujarnya.
Secara visual, kabut asap memang terlihat sedikit menipis dan jarak pandang tampak lebih luas dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Namun, kondisi ini belum sepenuhnya mencerminkan membaiknya kualitas udara karena bau asap masih tercium di sejumlah kawasan.
Asap yang menyelimuti Palembang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan wilayah sekitarnya. Pergerakan asap serta perubahan kondisi cuaca dapat memengaruhi konsentrasi polutan di udara.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat kualitas udara masih berfluktuasi, dari kategori tidak sehat hingga berbahaya. Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk. Jika terpaksa beraktivitas di luar, gunakan respirator seperti N95 atau yang setara untuk membantu menyaring partikel halus. Untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, masyarakat juga dapat menutup jendela ketika kondisi udara di luar memburuk.
Selain itu, warga perlu mewaspadai gejala gangguan pernapasan, seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, dan iritasi saluran pernapasan. Jika mengalami keluhan berat atau kondisi kesehatan memburuk, segera cari pertolongan medis.














