Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) meminta PT Industri Kereta Api (INKA) untuk segera menyelesaikan evaluasi dan perbaikan pada rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) produksinya yang masih mengalami kendala meskipun telah menjalani program pemeriksaan dan perawatan. KAI menekankan bahwa perbaikan harus dilakukan hingga ke akar masalah agar keandalan kereta terjaga saat melayani penumpang.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa pihaknya sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan oleh penumpang akibat gangguan sejumlah rangkaian KRL INKA, terutama pada saat jam sibuk. “Kami menangani kendala pada KRL INKA ini dengan serius. Layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, aman, dan nyaman,” ujarnya dalam keterangan yang diterima.

Bobby menjelaskan bahwa KAI telah meminta agar setiap temuan teknis pada rangkaian KRL ditangani secara menyeluruh. INKA sebagai manufaktur diharapkan dapat memastikan langkah korektif dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. “Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat. KAI akan terus mengawal proses ini sampai keandalan rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional,” tambahnya.

Menurut Bobby, dukungan terhadap industri perkeretaapian nasional harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kualitas sarana yang digunakan untuk pelayanan publik. “Kami mendukung kemajuan industri perkeretaapian nasional. Namun, ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan keandalannya harus dijaga secara konsisten. Ini adalah hal yang kami minta kepada INKA untuk dipastikan,” jelasnya.

INKA sebelumnya telah menyelesaikan program pemeriksaan dan perawatan pada tujuh trainset KRL iE305CLI-225 yang kembali beroperasi pada 6 Oktober 2026. Namun, setelah kembali beroperasi, KAI masih mencatat sejumlah temuan teknis yang perlu ditindaklanjuti bersama INKA. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa keandalan sarana menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek.

Sepanjang Januari hingga September 2026, Commuter Line Jabodetabek melayani 270.891.261 pelanggan, meningkat 6,02 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Anne menegaskan bahwa KAI akan terus memantau kinerja rangkaian KRL INKA dan menyampaikan setiap temuan kepada pihak manufaktur untuk segera diselesaikan.

Terakhir, baru-baru ini KRL INKA mengalami gangguan yang menyebabkan beberapa perjalanan terlambat. KAI telah melakukan pengaturan perjalanan dan penyesuaian operasional untuk menjaga kelancaran layanan serta meminimalkan dampak terhadap penumpang. KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak.