Media Kampung – Restorasi bodi kendaraan lawas bukanlah tugas yang mudah. Menurut Sugiarto, Marketing Director PT ABCA, proses pengecatan ulang kendaraan tua memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan mobil keluaran terbaru. Ini disebabkan oleh faktor usia dan paparan lingkungan yang membuat pelat kendaraan lama sangat rentan terhadap serangan korosi atau karat.
Masalah paling krusial terjadi ketika karat telah menyebar dari bagian dalam jaringan plat hingga menembus ke permukaan luar. Jika kondisi ini dibiarkan atau hanya ditutup dengan dempul tipis, karat akan kembali muncul dan merusak lapisan cat baru dalam waktu singkat. Oleh karena itu, prosedur perbaikan bodi secara total menjadi hal mutlak yang tidak boleh diabaikan.
Langkah-Langkah Restorasi Bodi Kendaraan Lawas
Langkah pertama dalam penanganan bodi berkarat secara benar adalah melakukan pengerokan total (bare metal) hingga seluruh plat dasar terlihat. Setelah itu, area yang terinfeksi karat harus dibersihkan secara agresif menggunakan teknik gerinda atau proses sandblasting. Metode sandblasting menjadi pilihan terbaik karena mampu menjangkau pori-pori tersembunyi dan mematikan seluruh sel karat hingga tuntas.
Setelah pelat bersih dari korosi, permukaan logam segera dilapisi dengan cairan anti-karat (epoxy primer) sebagai benteng pelindung utama. Tahapan dilanjutkan dengan pengaplikasian primer surfacer, perataan permukaan, hingga penyemprotan cat dasar dan lapisan jernih (clear coat).
Kendala dalam Proses Restorasi
Prosedur restorasi yang ideal ini memakan waktu kerja yang sangat lama dan membutuhkan biaya yang cukup besar per unit kendaraannya. Hal ini sering kali membuat banyak bengkel pengecatan biasa setengah hati mengambil proyek restorasi total mobil tua berkarat. Faktor biaya operasional yang tinggi menjadi kendala utama bagi pemilik kendaraan.
Meski membutuhkan investasi waktu dan biaya yang tidak sedikit, hasil pengecatan dengan prosedur yang benar akan memberikan ketahanan yang sangat memuaskan. Bahan bodi yang semula buruk dapat disulap kembali menjadi mulus, mengkilap, dan tahan terhadap serangan korosi hingga bertahun-tahun. Kunci utamanya terletak pada komitmen penggunaan metode kerja standar tanpa mengambil jalan pintas.














