Media Kampung – 27 Maret 2026 | Arus balik Lebaran di lintasan KetapangGilimanuk menunjukkan penurunan, dengan hanya 29 persen kendaraan yang sudah kembali ke Bali pada periode 22‑25 Maret 2026.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau pemudik menghindari puncak arus balik kedua pada 28‑29 Maret guna mengurangi potensi kemacetan.

Selama empat hari tersebut tercatat 47.945 unit kendaraan kembali ke pulau Dewata, sementara 117.367 unit kendaraan masih berada di Jawa.

Distribusi kendaraan yang tidak terpusat pada satu waktu membantu menjaga kelancaran operasional pelabuhan.

Yossianis Marciano, Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, menegaskan kesiapan operasional sebagai faktor utama kelancaran arus balik tahun ini.

“Kami memastikan layanan di lintasan Ketapang‑Gilimanuk tetap optimal dalam mengantisipasi arus balik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pola pergerakan kendaraan yang tersebar membantu menjaga ritme operasional tetap stabil.

Arief Eko, General Manager ASDP Cabang Ketapang, menjelaskan bahwa pengaturan kendaraan dilakukan secara disiplin dengan dukungan buffer zone.

“Seluruh skema operasional dijalankan adaptif, termasuk optimalisasi buffer zone agar arus kendaraan tetap mengalir tanpa penumpukan,” kata Arief.

Koordinasi lintas pihak terus diperkuat selama masa arus balik, menurut pernyataan tersebut.

Data Posko pada 25 Maret (H+3) mencatat 223 trip kapal yang melayani rute Jawa‑Bali, melayani 44.898 penumpang, naik 6,6% dibanding tahun sebelumnya.

Kendaraan roda dua tercatat 8.691 unit, meningkat 24,1%; truk 921 unit, naik 18,7%; kendaraan roda empat 4.644 unit, dan bus 302 unit, total 14.558 unit, naik 14%.

Sejak H‑10 hingga H+3, total penumpang mencapai 375.617 orang, meningkat 0,8%, sedangkan total kendaraan 91.919 unit, naik 5,5% dibanding tahun lalu.

Peningkatan tersebut mencerminkan efektivitas kebijakan penjadwalan dan penggunaan buffer zone dalam mengelola arus balik.

Dengan arus balik yang masih terjaga dan tidak menumpuk, pelabuhan Ketapang diperkirakan dapat melanjutkan layanan tanpa gangguan signifikan selama sisa periode mudik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.