Media Kampung – 19 Maret 2026 | Mudik Ramadan 2026 terus menjadi tradisi besar bagi jutaan keluarga Indonesia, termasuk keluarga Sukirno yang memilih jalur darat lewat Tol Kanci‑Pejagan.
Saat matahari mulai meredup menjelang maghrib, mereka berhenti di rest area Tol Kanci‑Pejagan untuk berbuka bersama, menciptakan suasana piknik kecil di antara kendaraan.
Keluarga Sukirno, terdiri dari ayah Budi, ibu Siti, dan dua anak remaja, menyiapkan hidangan sederhana berupa kurma, air putih, dan nasi uduk yang dibawa dari rumah.
‘Kami ingin tetap menjaga nilai kebersamaan saat mudik, meski berada di tengah perjalanan panjang,’ ujar Budi Sukirno, sambil menata makanan di atas meja lipat.
Rest area tersebut dipilih karena lokasinya strategis, memberikan ruang parkir luas dan fasilitas kebersihan yang memadai, memudahkan keluarga untuk beristirahat sejenak.
Di sekitar mereka, sejumlah pengendara lain juga menggelar buka puasa bersama, menciptakan atmosfer solidaritas yang khas pada akhir Ramadan.
Fenomena serupa juga terlihat pada artis dan publik figur lain yang membagikan momen mudik mereka melalui media sosial, menambah inspirasi bagi masyarakat.
Komedian Praz Teguh, misalnya, melaporkan pemberian sembako di Sitinjau Lauik, sementara penyanyi Inul Daratista menyalurkan paket bantuan di Pasuruan.
Foto-foto para selebritas menampilkan pemandangan estetik di tepi jalan tol, menegaskan bahwa mudik tidak hanya soal tujuan, tetapi juga proses perjalanan.
Keluarga Sukirno menambahkan elemen piknik dengan menata tikar, menyalakan lampu portable, dan mengajak anak‑anaknya bermain layang‑layang di area terbuka.
Aktivitas tersebut tidak hanya mempererat ikatan keluarga, tetapi juga menumbuhkan rasa empati terhadap sesama pengendara yang menunggu giliran beristirahat.
‘Melihat banyak orang berbuka bersama memberi energi baru bagi kami untuk melanjutkan perjalanan ke kampung,’ kata Siti Sukirno dengan senyum.
Setelah berbuka, mereka melaksanakan shalat Maghrib secara berkelompok, memanfaatkan ruang terbuka yang cukup luas di area parkir.
Keberadaan petugas tol yang membantu mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan area memberikan rasa aman bagi para mudikwan.
Menjelang malam, keluarga Sukirno kembali melanjutkan perjalanan, menempuh sisa jarak sekitar 150 kilometer menuju Lampung.
Perjalanan mereka mencerminkan tren mudik darat yang meningkat, sejalan dengan data Badan Penyelenggara Jalan Tol yang mencatat lonjakan volume kendaraan pada pekan terakhir Ramadan.
Meskipun ada tantangan seperti kemacetan dan kelelahan, banyak keluarga memilih jalur darat untuk menikmati kebersamaan dan pemandangan alam sepanjang jalan.
Pemerintah daerah setempat menyiapkan fasilitas tambahan, termasuk area parkir khusus, tempat ibadah sementara, dan layanan kesehatan dasar di rest area utama.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan mudikwan, sekaligus menurunkan risiko kecelakaan di jalur tol yang sibuk.
Akhir pekan terakhir Ramadan 2026, kisah keluarga Sukirno menjadi contoh sederhana tentang bagaimana tradisi buka puasa dapat dipadukan dengan perjalanan mudik, menciptakan momen berkesan bagi seluruh penumpang.
Dengan semangat kebersamaan, para mudikwan diharapkan dapat menyelesaikan perjalanan dengan selamat dan kembali ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan