Media Kampung – 16 Maret 2026 | Arus mudik dari Pulau Bali menuju Jawa mulai membludak sejak Minggu, 15 Maret 2026. Menurut prediksi PT ASDP, wilayah ini sudah memasuki puncak musim mudik, dengan kepadatan kendaraan yang menyebabkan antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Berdasarkan citra satelit, kemacetan di jalur menuju pelabuhan terpantau mengular hingga puluhan kilometer pada pukul 11.40 WIB.

Beberapa pemudik membagikan pengalaman mereka. Cakung, warga Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, berangkat dari Tabanan pada pukul 21.00 WITA, Sabtu 14 Maret dengan travel. Ia terjebak macet di Kecamatan Melaya sekitar pukul 02.00 WITA dan baru tiba di Gilimanuk sekitar pukul 07.00 WITA. “Jam 9-an baru masuk kapal. Macetnya parah sekali,” ujarnya.

Agus Suprianto, yang menuju Jember, berangkat dari Nusa Dua setelah subuh. Ia terjebak macet sekitar pukul 06.00 WITA dan baru mencapai depan Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 10.22 WITA, masih belum dapat naik kapal.

Data Posko Gilimanuk selama 24 jam (periode 14 Maret 2026) menunjukkan peningkatan signifikan pada sejumlah indikator dibandingkan tahun lalu:

IndikatorH-7 20262025Perubahan
Jumlah trip234
Penumpang54.65250.545+8,1%
Roda dua10.7337.808+37,5%
Roda empat4.6104.577+0,7%
Truk1.9861.941+2,3%
Bus503652-22,9%
Total kendaraan17.83214.978+19,1%

Namun, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa selama periode H-10 hingga H-7 menurun 11,7% menjadi 152.224 orang, dan total kendaraan turun 5,6% menjadi 48.877 unit.

Di sisi lain, Posko Ketapang mencatat lonjakan pada arus balik Jawa‑Bali. Selama 24 jam yang sama, tercatat:

IndikatorH-7 20262025Perubahan
Jumlah trip258
Penumpang34.27625.467+34,6%
Roda dua542523+3,6%
Roda empat2.1601.749+23,5%
Truk2.0471.550+32,1%
Bus994704+41,2%
Total kendaraan5.7434.526+26,9%

Selama periode H-10 hingga H-7, total penumpang Jawa‑Bali tercatat 100.581 orang (naik 3,9%) dan total kendaraan 21.153 unit (naik 6,1%).

Kondisi ini menimbulkan tantangan operasional bagi otoritas pelabuhan dan pihak transportasi. Pengaturan jadwal kapal, penambahan armada, serta koordinasi lintas daerah diharapkan dapat meredam antrean yang mengular tersebut. Pemudik disarankan untuk memantau informasi lalu lintas secara real time dan mempertimbangkan alternatif rute atau waktu keberangkatan agar tidak terjebak dalam kemacetan panjang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.