KH Mohammad Ali Makki Zaini atau Gus Makki secara tegas menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi. Keputusan tersebut disampaikan menjelang Konfercab XIV PCNU Banyuwangi sebagai bentuk sikap legowo dan komitmen menjaga marwah organisasi.

BANYUWANGI โ€“ KH Mohammad Ali Makki Zaini, yang akrab disapa Gus Makki, memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Pernyataan tersebut disampaikan secara terbuka sehari menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) XIV PCNU Banyuwangi.

Sikap itu disampaikan Gus Makki di kediamannya di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Selasa (6/1/2026). Ia menegaskan bahwa masa kepemimpinannya telah berakhir dan sudah saatnya NU Banyuwangi dipimpin figur baru.

โ€œSetiap orang ada masanya, dan setiap masa ada pemimpinnya. Bagi saya, amanah itu sudah selesai. Ke depan saya hanya akan mendukung secara pemikiran kepada Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah yang terpilih,โ€ ujar Gus Makki.

Gus Makki diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi periode 2018โ€“2023. Meski dinilai masih memiliki peluang untuk kembali maju, ia menegaskan tidak akan mencalonkan diri dalam Konfercab XIV yang dijadwalkan berlangsung di Kampus UIMSYA Blokagung, Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Rabu (7/1/2026).

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Gus Makki menyatakan komitmennya untuk tetap mendukung kepengurusan PCNU Banyuwangi ke depan, terutama melalui sumbangan pemikiran demi keberlanjutan organisasi.

โ€œSaya akan mendukung sepenuhnya hasil Konfercab, siapa pun yang terpilih. Yang terpenting NU Banyuwangi tetap solid dan bermartabat,โ€ tegasnya.

Menjelang pelaksanaan Konfercab, Gus Makki juga mengimbau seluruh unsur jamโ€™iyyah NU, mulai dari pengurus ranting, lembaga, badan otonom (Banom), hingga warga NU, untuk berpartisipasi aktif dan mendoakan kelancaran forum tertinggi di tingkat cabang tersebut.

Menurutnya, Konfercab merupakan momentum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan NU Banyuwangi ke depan.

โ€œMWCNU sebagai peserta Konfercab wajib hadir, memilih, dan menyumbangkan pemikiran terbaiknya untuk Nahdlatul Ulama,โ€ jelasnya.

Gus Makki menilai dinamika dan persoalan legitimasi yang terjadi di tubuh PCNU Banyuwangi dalam hampir dua tahun terakhir perlu segera diakhiri. Ia optimistis Konfercab XIV mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan tersebut.

โ€œSaya yakin Konfercab ini akan menjadi pintu penyelesaian dinamika yang ada. Karena itu saya sangat mendukung agar konferensi ini terselenggara dengan baik, lancar, dan bermartabat,โ€ pungkasnya.