Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H bukan tipe perwira yang gemar tampil di depan sorotan. Dalam perjalanan panjangnya di Kepolisian Negara Republik Indonesia, ia lebih memilih membiarkan kerja, konsistensi, dan hasil yang berbicara. Pendekatan itu pula yang membentuk citranya sebagai aparat penegak hukum yang tenang, rasional, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Kariernya bertumbuh bukan melalui jalan singkat, melainkan melalui lintasan panjang yang ditempa oleh pengalaman lapangan, penguatan akademik, serta nilai spiritual yang mengakar kuat.
Awal Karier dan Pilihan Jalan Hidup
Perjalanan kepolisian Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H dimulai pada tahun 2001, ketika ia menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian sebagai bagian dari Batalyon Sarja Arya Racana. Sejak awal pengabdian, ia memilih jalur reserse, bidang yang menuntut ketelitian berpikir, kesabaran, serta kemampuan membaca persoalan manusia di balik setiap perkara hukum.
Pilihan itu bukan tanpa konsekuensi. Dunia reserse menuntut jam kerja panjang, tekanan tinggi, dan keputusan yang kerap berada di wilayah abu-abu. Namun, di situlah karakter profesional Rofiq terbentuk: tidak tergesa-gesa, tidak reaktif, dan selalu berusaha melihat perkara secara utuh.
Membentuk Cara Pandang melalui Pendidikan
Di tengah kesibukan tugas lapangan, Rofiq terus memperkuat dirinya melalui jalur akademik. Ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada 2007, kemudian mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri pada 2015. Pendidikan hukum pun ditempuh hingga meraih gelar doktor.
Bagi Rofiq, pengetahuan bukan sekadar syarat administratif. Ia memandang ilmu sebagai alat untuk menjaga kejernihan berpikir. Dalam pandangannya, hukum yang ditegakkan tanpa pemahaman mendalam berisiko kehilangan keadilan substansial.
Cara pandang inilah yang kemudian memengaruhi setiap peran yang ia jalani, baik sebagai penyidik maupun sebagai pemimpin.

Rekam Jejak di Dunia Reserse
Nama Rofiq ditempa melalui berbagai penugasan strategis di bidang reserse. Ia pernah dipercaya memimpin satuan reserse kriminal di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Lamongan, Kediri, Malang, dan Mojokerto. Setiap daerah menghadirkan tantangan berbeda, mulai dari kriminalitas konvensional hingga perkara yang melibatkan dimensi sosial dan ekonomi.
Pengalaman tersebut diperluas saat ia menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum di Polda Kalimantan Utara. Di wilayah perbatasan ini, penegakan hukum menuntut kecermatan ekstra karena beririsan dengan kejahatan lintas wilayah dan lintas negara.
Dalam berbagai penugasan itu, Rofiq dikenal sebagai perwira yang tidak mencari jalan pintas. Ia lebih memilih kerja sistematis, pengumpulan fakta yang matang, dan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mengajar, Membentuk Generasi Perwira
Selain aktif di lapangan, Rofiq juga mengabdikan diri di dunia pendidikan kepolisian sebagai Dosen Utama Akademi Kepolisian Lemdiklat Polri. Ia mengampu bidang ilmu investigasi, membekali para taruna dengan kerangka berpikir penyidikan yang logis dan beretika.
Di ruang kelas, pendekatannya tidak melulu teknis. Ia kerap menekankan bahwa penyidik yang baik bukanlah mereka yang paling keras menekan, melainkan yang paling jernih memahami persoalan dan paling adil dalam mengambil keputusan.
Kepedulian pada Kemanusiaan dan Lingkungan
Salah satu fase penting dalam perjalanan kariernya adalah penanganan kasus perdagangan anak. Penanganan yang cepat dan sensitif terhadap korban membuatnya memperoleh penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak. Bagi Rofiq, perkara yang melibatkan anak bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ujian keberpihakan negara terhadap kelompok paling rentan.
Di luar itu, ia juga terlibat aktif dalam penegakan hukum di bidang lingkungan hidup dan sumber daya alam. Upayanya dalam mengungkap penyelundupan satwa dilindungi dan pelanggaran lingkungan mendapat apresiasi dari berbagai lembaga nasional maupun internasional.
Baginya, hukum tidak boleh berdiri terpisah dari kepentingan masa depan.
Memimpin dengan Keteladanan
Ketika dipercaya memimpin di Banyuwangi, Rofiq membawa pendekatan kepemimpinan yang cenderung senyap namun terukur. Fokus utamanya adalah membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang konsisten dan tata kelola yang bersih.
Di bawah kepemimpinannya, institusi yang dipimpinnya masuk dalam nominasi Wilayah Birokrasi Bersih Melayani dari Kementerian PAN-RB. Penghargaan Pin Emas Kapolri yang diterimanya menjadi pengakuan atas dedikasi tersebut, meski Rofiq sendiri kerap menekankan bahwa capaian institusi adalah hasil kerja kolektif.
Perwira Santri dan Nilai Spiritualitas
Di luar tugas kepolisian, Rofiq dikenal sebagai pribadi religius dengan latar belakang pesantren. Ia menerima penghargaan sebagai Santri Inspiratif kategori Penegak Hukum dan tercatat sebagai salah satu Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur.
Nilai-nilai pesantren membentuk sikap hidupnya: adil, sabar, dan tidak semena-mena. Prinsip itu pula yang ia bawa dalam menjalankan tugas negara, mempertemukan profesionalisme kepolisian dengan etika moral.

Penutup
Kisah hidup Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H adalah potret pengabdian yang dibangun tanpa kegaduhan. Ia memilih jalan sunyi dengan menata sistem, menjaga integritas, serta memastikan hukum hadir secara adil dan manusiawi.
Biografi ini merekam perjalanan seorang perwira yang memaknai jabatan bukan sebagai simbol kekuasaan, melainkan sebagai amanah untuk melayani. Sebuah kisah yang relevan lintas waktu, karena integritas selalu menemukan tempatnya sendiri.


















Tinggalkan Balasan