Smartwatch pengingat sahur kini menjadi alternatif populer menggantikan alarm ponsel yang kerap tak efektif membangunkan pengguna saat dini hari. Getaran langsung di pergelangan tangan dinilai lebih ampuh, terutama bagi yang kerap mematikan alarm tanpa sadar atau tidak mendengar bunyinya. Menjelang Ramadan, sejumlah produsen menghadirkan smartwatch dengan fitur yang lebih relevan untuk menunjang ibadah, mulai dari pengingat waktu salat berbasis lokasi hingga penunjuk arah kiblat.

Berikut lima rekomendasi smartwatch pengingat sahur yang bisa dipertimbangkan, dari kelas premium hingga harga terjangkau.

Rekomendasi pertama adalah HUAWEI Watch GT 5. Perangkat ini mengusung layar AMOLED 1,43 inci beresolusi 466 x 466 piksel dengan tampilan tajam dan nyaman dibaca saat kondisi minim cahaya. Bodinya berukuran 45,8 mm x 45,8 mm x 10,7 mm dengan bobot sekitar 35–48 gram, sehingga tetap nyaman digunakan saat tidur. Frame baja dan kaca depan memberi kesan kokoh, diperkuat sertifikasi IP69K dan 5 ATM yang membuatnya tahan air dan debu. Dukungan HarmonyOS, Bluetooth 5.2, serta sistem navigasi seperti GPS, GLONASS, dan GALILEO membantu akurasi waktu berbasis lokasi. Beragam sensor kesehatan—mulai dari detak jantung, SpO2, barometer, kompas hingga termometer—turut mendukung pemantauan kondisi tubuh selama puasa. Smartwatch ini dipasarkan di kisaran Rp2.499.000.

Pilihan kedua datang dari VIVAN VWF 16 yang dibanderol sekitar Rp394.900. Smartwatch ini dilengkapi standar waktu salat berbasis SIHAT/Kementerian Agama serta fitur penentu arah kiblat berbasis geomagnetik. Layarnya berukuran 2,01 inci dengan resolusi 240 x 296 piksel, cukup luas untuk membaca notifikasi ibadah saat dini hari. Baterai 250 mAh diklaim bertahan 5–7 hari. Fitur pemantauan kesehatan seperti detak jantung 24 jam, oksigen darah, dan pelacak tidur juga tersedia, didukung konektivitas Bluetooth BLE 5.3 serta ketahanan air IP67.

Di segmen Rp300 ribuan, iQibla QWatch S1 menawarkan fitur religius yang cukup lengkap. Perangkat ini memiliki pengingat waktu salat, kalender Hijriah, hingga pengingat zikir (azkar reminders). Layar 1,85 inci beresolusi 240 x 284 piksel dipadukan dengan bodi stainless steel berbobot sekitar 44,5 gram. Baterai 200 mAh disebut mampu bertahan hingga tujuh hari. Sensor detak jantung, SpO2, G-sensor, serta sertifikasi IP67 turut melengkapi fitur pemantauan kesehatan selama berpuasa. Harga pasarnya sekitar Rp305.100.

Bagi yang memiliki bujet Rp200 ribuan, ROBOT Smartwatch RWS2 bisa menjadi opsi. Smartwatch ini menghadirkan notifikasi waktu salat lima waktu, penunjuk arah kiblat real-time dengan akurasi sekitar ±2 derajat, serta fitur 99 Asmaul Husna yang dapat diakses langsung dari perangkat. Layarnya berjenis TFT 1,83 inci dengan resolusi 240 x 284 piksel dan bobot ringan sekitar 28,5 gram. Baterai 280 mAh diklaim bertahan hingga 168 jam dengan ketahanan air 1ATM. Perangkat ini dijual sekitar Rp229.000.

Terakhir, ALLA with Islamic Prayer Timer hadir dengan layar 2,01 inci HD TFT beresolusi 240 x 296 piksel dan tingkat kecerahan 450+ nits. Smartwatch ini dibekali fitur Islamic Prayer Timer untuk pengingat salat dan alarm sahur, serta sensor kesehatan seperti detak jantung, tekanan darah, dan oksigen darah. Daya tahan baterai 280 mAh berkisar 3–7 hari, dengan dukungan Bluetooth calling, NFC, kontrol musik, hingga pengisian daya nirkabel. Produk ini dipasarkan di kisaran Rp599.400.

Seluruh smartwatch tersebut menawarkan alarm getar yang efektif membangunkan sahur sekaligus fitur pendukung ibadah harian selama Ramadan. Pengguna dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan fitur dan bujet agar manfaatnya terasa optimal sepanjang bulan suci.