Galaxy AI Samsung menjadi sorotan utama menjelang ajang Galaxy Unpacked yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Februari 2026. Inovasi ini disebut sebagai terobosan besar dalam teknologi fotografi mobile, dengan kemampuan pengeditan foto dan video cukup melalui instruksi teks yang ditulis secara natural.

Melalui pembaruan berbasis kecerdasan buatan multimodal, sistem Galaxy AI mampu menerjemahkan perintah teks sederhana menjadi perubahan visual yang kompleks. Pengguna, misalnya, dapat mengubah suasana foto dari siang ke malam secara instan, memulihkan bagian objek yang hilang atau rusak, hingga menggabungkan beberapa frame menjadi satu gambar yang harmonis tanpa bantuan aplikasi pihak ketiga.

Selain pembaruan perangkat lunak, Samsung juga memperkuat sisi perangkat keras. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu menyematkan sistem kamera yang diklaim sebagai yang paling terang sepanjang sejarah seri Samsung Galaxy. Teknologi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan detail dalam kondisi pencahayaan rendah atau low-light.

Fitur tambahan yang disiapkan mencakup pelacakan pergerakan bintang untuk kebutuhan astrophotography, pembuatan video sinematik secara otomatis, serta optimalisasi detail objek berbasis AI yang bekerja secara real-time.

Dalam keterangan resminya, Samsung menegaskan bahwa inovasi ini didasari keyakinan bahwa kreativitas tidak semestinya dibatasi oleh kemampuan teknis. Perusahaan menyatakan kamera Galaxy terus mendorong batas baru, mulai dari proses pengambilan gambar hingga tahap pengeditan, agar semakin intuitif dan mudah diakses pengguna.

Jika resmi diperkenalkan pada Galaxy Unpacked mendatang, langkah ini dinilai dapat menandai pergeseran besar dalam pengelolaan konten visual di perangkat seluler. Integrasi AI generatif langsung di sistem kamera berpotensi menjadikan kecepatan, kemudahan, dan kecerdasan buatan sebagai standar baru dalam pengalaman fotografi ponsel.