Bonobo bisa bermain pura-pura, sebuah kemampuan kognitif yang selama ini dianggap eksklusif milik manusia. Temuan ini diungkap para ilmuwan melalui penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa bonobo, kerabat terdekat manusia selain simpanse, mampu mengikuti skenario imajiner layaknya anak kecil.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science tersebut mengamati perilaku Kanzi, seekor bonobo yang dikenal memiliki kemampuan memahami bahasa Inggris. Dalam serangkaian eksperimen, Kanzi mampu melacak keberadaan jus dan anggur imajiner selama permainan pesta teh pura-pura, kemampuan yang pada manusia biasanya muncul sejak usia sekitar dua tahun.
Meski Kanzi tidak menciptakan permainan tersebut, kemampuannya mengikuti alur dan memahami objek yang sebenarnya tidak ada dinilai menunjukkan adanya dasar mental untuk berimajinasi. Para peneliti menilai hal ini sebagai bukti bahwa kapasitas membayangkan realitas imajiner tidak sepenuhnya khas manusia.
Penulis studi dari Universitas Johns Hopkins menjelaskan bahwa temuan ini mengindikasikan kemampuan kognitif tersebut kemungkinan telah berevolusi sebelum manusia dan bonobo berpisah dari nenek moyang bersama lebih dari enam juta tahun lalu. Dengan kata lain, fondasi imajinasi manusia bisa jadi jauh lebih tua dari yang selama ini diperkirakan.
Dalam eksperimen utama, Kanzi terlebih dahulu dilatih mengenali keberadaan jus asli di dalam wadah transparan. Setelah menunjukkan akurasi sempurna, ia dihadapkan pada simulasi menuang cairan dari wadah kosong ke cangkir kosong. Meski tidak ada cairan sungguhan dan tanpa hadiah, Kanzi mampu mengidentifikasi lokasi jus pura-pura dengan tingkat keberhasilan sekitar 68 persen.
Untuk memastikan Kanzi tidak sekadar mengira semua wadah berisi cairan nyata, peneliti melakukan percobaan lanjutan dengan kombinasi jus asli dan jus imajiner. Hasilnya, Kanzi secara konsisten memilih cangkir yang benar-benar berisi jus hampir 78 persen dari total percobaan, menandakan ia mampu membedakan objek nyata dan pura-pura.
Eksperimen serupa juga dilakukan dengan anggur imajiner, dan Kanzi kembali menunjukkan kemampuan melacak objek yang tidak nyata dengan akurasi mendekati 69 persen.
Meski penelitian ini hanya melibatkan satu individu bonobo, para ilmuwan menilai hasilnya sebagai bukti paling kuat sejauh ini bahwa kera besar memiliki kapasitas untuk memahami permainan pura-pura. Namun, penelitian tersebut belum membuktikan bahwa bonobo mampu menciptakan skenario imajiner secara mandiri.
Para peneliti berharap temuan ini dapat membuka jalan bagi studi lanjutan pada kera besar lainnya. Mereka meyakini kemampuan serupa kemungkinan juga dimiliki spesies primata lain, sehingga dapat memperkaya pemahaman tentang evolusi imajinasi dan kecerdasan manusia. (balqis)

















Tinggalkan Balasan