Samsung Galaxy S26 Series Agentic AI menjadi sorotan menjelang peluncuran lini flagship terbaru Samsung. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu dipastikan tengah menyiapkan Galaxy S26 Series dengan pengalaman kecerdasan buatan yang lebih canggih dan bersifat agentic.

Konfirmasi tersebut disampaikan Samsung melalui laporan keuangan perusahaan untuk kuartal keempat tahun 2025. Dalam laporan itu, Samsung memberikan sinyal kuat bahwa jajaran Galaxy S26 Series, bersama lini flagship lainnya, akan mengedepankan pengalaman berbasis AI yang lebih mendalam.

Agentic AI, yang juga dikenal sebagai Agen AI, merupakan teknologi kecerdasan buatan yang mampu menjalankan tugas secara mandiri sebagai sebuah agen. Teknologi ini dirancang agar dapat berinteraksi dengan agen AI lain, sekaligus menyelesaikan rangkaian tugas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tanpa intervensi pengguna secara terus-menerus.

Samsung diperkirakan akan meluncurkan Galaxy S26 Series pada Februari 2026. Kota San Francisco, California, Amerika Serikat, disebut-sebut menjadi lokasi peluncuran global smartphone flagship tersebut, mengikuti pola peluncuran seri Galaxy S sebelumnya.

Strategi AI-first yang diterapkan Samsung dalam beberapa tahun terakhir dinilai berhasil mendorong inovasi produk. Pendekatan ini memperkuat posisi Samsung sebagai pemimpin pasar dalam menghadirkan pengalaman AI langsung di perangkat mobile. Selain pengembangan perangkat lunak, Samsung juga terus menyempurnakan desain dengan menghadirkan perangkat yang semakin ramping dan ringan.

Kinerja keuangan Samsung pada kuartal keempat 2025 mencerminkan keberhasilan strategi tersebut. Periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 itu mencatat pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, mencapai 93,8 triliun won Korea Selatan atau sekitar Rp 1.084 triliun. Sementara laba operasional tercatat sebesar 20,1 triliun won atau setara Rp 232 triliun.

Untuk sepanjang tahun 2025, Samsung membukukan pendapatan tahunan sebesar 333,6 triliun won atau sekitar Rp 3.856 triliun, dengan laba operasional mencapai 43,6 triliun won atau setara Rp 504 triliun.

Lonjakan pendapatan tersebut didorong oleh kinerja kuat divisi semikonduktor yang memproduksi chip dan memori. Meski menghadapi keterbatasan pasokan global, bisnis semikonduktor Samsung tetap mencetak rekor pendapatan dan laba operasional kuartalan melalui pengelolaan produksi yang seimbang di tengah tren kenaikan harga.

Divisi ponsel Samsung juga menunjukkan performa positif. Sepanjang 2025, unit bisnis ini mencatat laba tahunan dua digit seiring pertumbuhan penjualan produk unggulan yang konsisten. Kinerja tersebut menjadi fondasi kuat bagi Samsung untuk terus mengembangkan inovasi, termasuk menghadirkan Agentic AI pada Galaxy S26 Series. (balqis)