Apple Creator Studio resmi diperkenalkan sebagai layanan langganan baru yang menyasar para kreator konten profesional. Paket ini akan mulai tersedia pada Selasa (28/01/2026) dengan biaya USD 12,99 per bulan, menawarkan akses ke enam aplikasi kreatif unggulan Apple dalam satu langganan terpadu.

Melalui Creator Studio, Apple menggabungkan Final Cut Pro, Logic Pro, Motion, Compressor, Pixelmator Pro, serta MainStage. Selama ini, keenam aplikasi tersebut harus dibeli terpisah dengan total biaya mencapai sekitar USD 680. Dengan skema langganan, Apple menilai layanan ini lebih terjangkau bagi kreator yang aktif menggarap proyek video, audio, dan desain secara rutin.

Apple juga menyematkan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung alur kerja kreator. Final Cut Pro kini dilengkapi Transcript Search yang memudahkan pencarian dialog dalam rekaman video, sementara Beat Detection membantu sinkronisasi potongan gambar dengan irama musik. Di Logic Pro, fitur Chord ID memungkinkan identifikasi harmoni dari rekaman audio secara otomatis.

Selain itu, Pixelmator Pro untuk pertama kalinya hadir di iPad dengan dukungan Apple Pencil, membawa kemampuan pengeditan foto setara desktop ke perangkat layar sentuh. Apple menyebut fitur-fitur cerdas ini dirancang untuk mempercepat proses kerja tanpa menggantikan keputusan kreatif pengguna.

Creator Studio sepenuhnya terintegrasi dalam ekosistem Apple dan dapat digunakan di Mac serta iPad, dengan dukungan lintas perangkat yang memungkinkan proyek berpindah secara mulus. Apple juga menekankan pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat demi menjaga privasi dan performa.

Bagi pelajar dan tenaga pendidik, Apple menyediakan harga khusus sebesar USD 2,99 per bulan. Layanan ini juga mendukung Family Sharing hingga enam pengguna, sehingga biaya per orang menjadi jauh lebih ekonomis.

Kehadiran Creator Studio menandai langkah baru Apple dalam mengadopsi model langganan untuk perangkat lunak kreatifnya. Layanan ini dinilai paling relevan bagi kreator profesional yang rutin menggunakan lebih dari satu aplikasi, sekaligus membuka perdebatan tentang masa depan perangkat lunak kreatif Apple yang kini semakin mengarah ke sistem berlangganan.