Inovasi smartphone flagship dalam beberapa tahun terakhir dinilai cenderung berjalan di tempat. Di segmen kelas atas, sebagian besar ponsel menawarkan performa serupa, mulai dari kamera beresolusi tinggi, chipset kencang, hingga fitur yang tidak jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Perbedaan antar perangkat kerap hanya terletak pada peningkatan spesifikasi teknis, bukan pengalaman pengguna yang benar-benar baru.

Namun, situasi tersebut diperkirakan mulai berubah pada 2026. Sejumlah produsen ponsel disebut tengah menyiapkan smartphone dengan pendekatan yang lebih segar, baik dari sisi desain, teknologi layar, maupun konsep penggunaan. Deretan perangkat ini digadang-gadang mampu menghadirkan pengalaman berbeda di luar pakem flagship konvensional.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Xiaomi 17 Pro Max. Ponsel ini sebenarnya telah meluncur di China dan dikabarkan akan debut secara global pada Januari 2026. Daya tarik utamanya terletak pada keberadaan layar sekunder di bagian belakang bodi yang memungkinkan pengguna melihat notifikasi, mengontrol pemutar musik, hingga mengambil foto selfie menggunakan kamera utama. Xiaomi 17 Pro Max dibekali baterai berkapasitas 7.500 mAh dengan dukungan pengisian cepat 100 watt secara kabel dan 50 watt nirkabel, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, serta konfigurasi kamera 50 MP. Sementara itu, Xiaomi 17 Ultra diprediksi menyusul dengan peningkatan utama pada sensor kamera berukuran 1 inci.

Samsung juga bersiap meramaikan pasar dengan Galaxy Z TriFold. Ponsel lipat tiga pertama Samsung ini telah diumumkan pada awal Desember 2025 dan mulai tersedia di Korea Selatan. Peluncuran globalnya diperkirakan berlangsung pada 2026. Meski bukan ponsel lipat tiga pertama di dunia, Galaxy Z TriFold dinilai menarik karena membawa desain baru di lini foldable Samsung. Perangkat ini disebut memiliki ketebalan hanya 3,9 mm saat dibentangkan dan dibekali kamera utama 200 MP.

Dari kubu Apple, iPhone Fold menjadi salah satu perangkat yang paling dinantikan. Ponsel lipat pertama Apple ini dirumorkan hadir dengan layar utama berukuran sekitar 7,6 hingga 7,9 inci, serta layar sekunder 5,5 inci. iPhone Fold diperkirakan mengusung dua kamera belakang dan kamera depan di bawah layar, fitur yang belum pernah diterapkan Apple sebelumnya. Sorotan utama lainnya adalah kemungkinan layar lipat tanpa bekas lipatan, yang disebut menjadi alasan panjangnya proses pengembangan. iPhone Fold diperkirakan meluncur pada September 2026 bersamaan dengan seri iPhone 18 Pro.

OnePlus 16 juga masuk dalam jajaran smartphone yang layak dinantikan pada 2026. Ponsel ini dikabarkan membawa baterai berkapasitas 7.300 mAh serta layar dengan refresh rate 165 Hz. Kombinasi tersebut masih jarang ditemui di kelas flagship dan berpotensi menjadikan OnePlus 16 sebagai salah satu ponsel paling menarik di tahun depan.

Sementara itu, Ayaneo Pocket Play hadir dengan konsep yang benar-benar berbeda. Perangkat ini menggabungkan fungsi smartphone dan konsol genggam, lengkap dengan panel kontrol geser berisi D-pad, tombol ABXY, serta touchpad joystick. Konsep ini mengingatkan pada Sony Xperia Play, ponsel legendaris yang menggabungkan Android dan konsol game portabel. Meski detail spesifikasi dan harga belum diumumkan, Ayaneo Pocket Play diprediksi meluncur pada 2026 dan menjadi alternatif unik di tengah dominasi smartphone konvensional.

Dengan hadirnya berbagai smartphone unik 2026 tersebut, pasar ponsel global diperkirakan akan kembali menawarkan inovasi yang tidak hanya berfokus pada angka spesifikasi, tetapi juga pada pengalaman penggunaan yang lebih segar dan berbeda. (selsy).