Media Kampung – 25 Maret 2026 | Zaskia Adya Mecca dan suaminya, sutradara Hanung Bramantyo, memilih cara merayakan Idul Fitri yang unik dengan menggabungkan kegiatan deep cleaning rumah secara menyeluruh dan pelaksanaan salat Id secara berjamaah di halaman kediaman mereka.
Karena asisten rumah tangga (ART) tidak hadir sejak tiga hari sebelum Lebaran akibat kondisi ayah Zaskia yang kritis, keluarga memutuskan untuk menunaikan pembersihan menyeluruh sendiri, menjadikan kegiatan tersebut bagian penting dari perayaan.
Pembersihan dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berlanjut hingga 17.00 WIB, meliputi penyapuan lantai, pel pelapis, serta pencucian mobil yang dilakukan pada malam hari, sehingga seluruh ruang rumah tampak bersih dan segar.
Hanung mengatur koordinasi anggota keluarga dengan membagi tugas secara jelas, mulai dari menyapu koridor, mengelap jendela, hingga mengatur selang air untuk penyiraman, memastikan tidak ada pekerjaan yang terlewat.
Anak‑anak Zaskia ikut serta secara aktif, mencuci piring, menjemur pakaian, dan merapikan kamar tanpa mengakses gadget, sehingga suasana kebersamaan terasa lebih fokus dan produktif.
Setelah seluruh pekerjaan selesai menjelang maghrib, keluarga beristirahat sejenak, lalu melaksanakan salat Id berjamaah di halaman rumah dengan bacaan doa yang khusyuk, menandai perpaduan antara ibadah dan kerja keras.
Momen ibadah tersebut diiringi rasa syukur atas kebersihan rumah yang tercapai, serta menegaskan nilai kebersamaan keluarga dalam suasana yang sederhana namun penuh makna.
Di sisi lain, brand fashion milik Zaskia, ZM Zaskia Mecca, menerima keluhan publik terkait family set yang rusak setelah hanya tiga jam pemakaian pada perayaan Lebaran, memicu perbincangan tentang standar kualitas produk.
Seorang pelanggan mengunggah foto jahitan lepas pada platform Threads pada 23 Maret 2026, mengeluhkan bahwa pakaian keluarga tidak dapat bertahan meski dipakai dalam aktivitas normal selama Idul Fitri.
Haykal Kamil, perwakilan pemilik brand, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mengakui bahwa kegagalan kualitas tersebut tidak dapat diterima pada momen spesial seperti Lebaran.
Tim ZM menegaskan bahwa mereka telah memeriksa bukti foto, mengonfirmasi kerusakan jahitan, dan berjanji akan meningkatkan kontrol produksi serta memberikan solusi penggantian bagi konsumen yang terdampak.
Kedua peristiwa tersebut menyoroti tekanan yang dihadapi publik figur untuk tetap menjaga citra positif, baik dalam urusan pribadi seperti mengelola rumah tanpa ART maupun dalam mengelola bisnis fashion di tengah ekspektasi konsumen.
Zaskia menutup hari dengan menulis rasa cinta pada rumah Jogja yang memberikan kehangatan khusus, sambil menekankan pentingnya kemandirian anak dalam membantu pekerjaan rumah sebagai pelajaran hidup.
Kombinasi kebersihan, ibadah, dan respons cepat brand menegaskan bahwa Lebaran 2026 bagi keluarga Bramantyo‑Mecca diwarnai semangat gotong‑royong, kepedulian terhadap kualitas produk, dan harapan agar tradisi sederhana tetap lestari.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan