Media Kampung – 23 Maret 2026 | Baim Wong dan pasangannya, aktris Paula Verhoeven, menegaskan pentingnya fleksibilitas dalam membagi waktu antara pekerjaan dan anak saat Lebaran 2026.
Mereka berusaha menyesuaikan jadwal syuting, pertemuan bisnis, dan ibadah tanpa mengorbankan istirahat sahur anak.
Baim mengaku harus pintar mengatur hari agar tetap dapat mengawasi perkembangan putra sulungnya, Kiano Tiger Wong, dan adiknya, Kenzo Eldrago.
“Bagi waktunya lumayan agak tricky, tapi bisalah,” ujar Baim dalam wawancara di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Ia menambahkan bahwa Kiano sudah mulai berpuasa setengah hari, meski Baim enggan membangunkannya untuk sahur.
“Nggak, jarang sahur mereka. Mau dibangunin, cuma saya kasihan, masih kecil,” katanya sambil tersenyum.
Paula Verhoeven mendukung pendekatan ini dengan menekankan bahwa motivasi anak harus datang secara alami, bukan karena iming‑iming hadiah.
Pasangan selebritas ini menolak sistem reward yang memaksa anak berpuasa demi hadiah atau pujian.
Strategi mereka mencerminkan tren parenting fleksibel yang kini banyak dibahas dalam media parenting Indonesia.
Artikel tentang perbedaan pola parenting menyoroti bahwa generasi orang tua kini lebih terbuka terhadap kebutuhan anak dan menghindari konflik keluarga.
Para orang tua modern lebih mengutamakan komunikasi terbuka dan edukasi daripada tekanan tradisional.
“Berikan informasi yang jelas dan akurat,” disarankan dalam panduan parenting, sejalan dengan kebijakan Baim dan Paula.
Kebijakan serupa juga terlihat pada atlet muda Veda Ega Pratama, yang menyeimbangkan latihan Moto3 dengan studi dan waktu bersama keluarga.
Veda mengakui pentingnya mengatur jadwal agar tidak mengorbankan istirahat atau waktu kualitas bersama orang tua.
Ia mencontohkan bahwa disiplin dalam olahraga tidak harus menghalangi nilai kebersamaan keluarga.
Hal ini memperkuat argumen bahwa fleksibilitas bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan kebutuhan sosial di era modern.
Para ahli psikologi anak, seperti Nicole Beurkens, menegaskan bahwa pola asuh fleksibel dapat meningkatkan kesejahteraan emosional anak.
Beurkens menambahkan bahwa orang tua yang menyediakan ruang bagi anak mengembangkan motivasi internal biasanya menghasilkan perilaku yang lebih stabil.
Dengan mengadopsi prinsip ini, Baim dan Paula berusaha menumbuhkan rasa tanggung jawab pada Kiano tanpa menambah beban psikologis.
Selain itu, mereka memastikan anak tetap dapat menikmati momen Lebaran, termasuk berkunjung ke masjid dan berkumpul dengan kerabat.
Kebijakan fleksibel tersebut juga memudahkan Baim menjalankan proyek film terbarunya tanpa harus meninggalkan keluarga terlalu lama.
Ia melaporkan bahwa sebagian besar pekerjaan kini dapat diselesaikan dari kantor atau rumah, sehingga perjalanan ke studio tidak mengganggu jadwal ibadah anak.
Paula menambahkan bahwa dukungan pasangan sangat penting untuk menciptakan lingkungan rumah yang stabil selama Ramadan.
Pasangan ini juga menekankan pentingnya memberi ruang kepada anak untuk memilih apakah ingin sahur atau tidak.
Menurut mereka, keputusan ini mengajarkan kemandirian dan rasa empati terhadap kebutuhan tubuh anak.
Dalam konteks Lebaran, fleksibilitas mempermudah keluarga merencanakan kunjungan ke rumah orang tua tanpa menunda persiapan makanan atau ibadah.
Baim menegaskan bahwa mengatur waktu secara efektif memungkinkan mereka tetap hadir dalam setiap momen penting, baik di set film maupun di rumah.
Ia berharap pendekatan ini dapat menjadi contoh bagi selebritas lain yang sering terjebak antara karier dan tanggung jawab keluarga.
Secara keseluruhan, pola parenting fleksibel yang dipraktikkan Baim Wong dan Paula Verhoeven mencerminkan perubahan paradigma dalam mengasuh anak di Indonesia.
Dengan mengedepankan komunikasi, empati, dan kebebasan memilih, mereka berupaya menyiapkan generasi yang mandiri dan beriman.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan