Media Kampung – 20 Maret 2026 | Shireen Sungkar telah membangun sebuah sumur di wilayah Gunungkidul dan menamakannya atas nama almarhum Vidi Aldiano sebagai bentuk amal jariyah.
Pengumuman proyek tersebut disampaikan oleh ayah Vidi, Harry Kiss, melalui Instagram, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Shireen dan keluarganya serta menekankan nilai abadi dari sumbangan ini.
Vidi Aldiano meninggal setelah berjuang melawan kanker selama enam tahun, meninggalkan jaringan sahabat yang terus menghormati memorinya lewat aksi sosial.
Shireen, yang merupakan sahabat dekat Vidi, memilih menyalurkan penghormatan tersebut menjadi manfaat konkret bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih.
Gunungkidul, yang terletak di provinsi Yogyakarta, sering mengalami kekurangan air, terutama pada musim kemarau, sehingga banyak desa mengandalkan penampungan air hujan yang tidak selalu memadai.
Pembangunan sumur ini diharapkan dapat meredakan permasalahan tersebut dan meningkatkan akses air bersih bagi penduduk setempat.
Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh kontraktor lokal dengan memperhatikan standar ekstraksi air berkelanjutan, serta melibatkan tokoh desa untuk memastikan penempatan yang tepat.
Harry Kiss menulis, “Para sahabat berlomba ingin membahagiakan Vidi di alam sana dengan amal jariyah, terima kasih Mbak Shireen dan keluarga,” menegaskan motivasi spiritual di balik wakaf tersebut.
Shireen menanggapi di Instagram, “MasyaAllah, semoga Allah selalu melindungi keluarga, terima kasih atas kesempatan ini, semoga Allah memudahkan,” menunjukkan sikap rendah hati dan rasa syukur.
Sumur ini diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 500 liter air per hari, cukup untuk melayani ratusan rumah tangga, dan diharapkan menurunkan angka penyakit yang berhubungan dengan air.
Inisiatif ini sejalan dengan tren selebritas Indonesia yang memanfaatkan pengaruhnya untuk kegiatan sosial, seperti kampanye makanan oleh Deddy Corbuzier, memperkuat konsep kontribusi publik figur terhadap pembangunan masyarakat.
Pengamat menilai bahwa sumur ini tidak hanya menjadi penghormatan bagi Vidi, tetapi juga menunjukkan bagaimana duka pribadi dapat menginspirasi layanan publik yang luas.
Setelah sumur beroperasi, warga menyatakan optimisme, dan Shireen berencana memantau dampaknya melalui kunjungan berkala, menandai kolaborasi yang dapat dijadikan contoh bagi program amal di masa depan.
Secara keseluruhan, wakaf sumur oleh Shireen Sungkar di Gunungkidul merupakan penghormatan berarti bagi Vidi Aldiano, menjawab kebutuhan kritis akan air bersih, dan menegaskan peran filantropi selebritas dalam konteks sosial Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan