Media Kampung – 10 Maret 2026 | Kirana Larasati, aktris dan penyanyi yang kini menjadi sorotan publik bukan hanya karena kariernya di dunia hiburan, melainkan juga karena prestasi ekstrem dalam olahraga penyelaman. Pada 6 Maret 2026, ia berhasil mencatatkan rekor MURI sebagai penyelam perempuan pertama yang menembus kedalaman 127 meter di perairan Bali, menantang rasa takutnya sendiri akan kematian di kedalaman laut.

Rekor MURI yang Memukau

Rekor resmi yang diakui Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menegaskan bahwa Kirana menempuh kedalaman 127 meter dengan peralatan teknikal lengkap, termasuk lampu senter khusus untuk mengatasi kegelapan ekstrem. Pencapaian ini menandai langkah penting bagi perempuan Indonesia dalam bidang penyelaman teknis, yang selama ini didominasi oleh atlet pria.

Mengungkap Pemandangan di Kedalaman 127 Meter

Menurut keterangan yang diberikan saat wawancara di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pemandangan pada kedalaman tersebut tidak jauh berbeda dengan apa yang biasanya terlihat pada kedalaman rekreasi 30-40 meter. “Di kedalaman recreational diving sampai 30-40 meter itu memang kita melihat terumbu karang, melihat ikan-ikan,” ujar Kirana. “Saya juga penasaran di kedalaman 100 meter, ingin lihat yang aneh‑aneh, ternyata sama isinya. Masih sama,” tambahnya.

Namun, perbedaan utama terletak pada kondisi fisik: suhu air yang sangat dingin dan kegelapan total yang memaksa penyelam untuk menyalakan lampu senter. “Bedanya hanyalah gelap banget, jadi kita bawa lampu supaya bisa kelihatan, dan dingin sekali di bawah itu,” jelasnya dengan antusias.

Pertemuan dengan Ikan Mola‑Mola

Salah satu momen paling menegangkan sekaligus mengagumkan terjadi ketika Kirana menemukan ikan mola‑mola, atau ikan matahari, yang biasanya muncul di permukaan pada musim tertentu. Karena penyelaman dilakukan di luar musim migrasi, ikan tersebut menyembunyikan diri di perairan yang paling dalam, mencari suhu rendah yang sesuai dengan habitatnya. “Mereka suka air dingin, jadi di kedalaman itu mereka berada,” kata Kirana.

Keberadaan mola‑mola menambah nilai ilmiah pada penjelajahan ini, mengingat spesies tersebut masih menjadi subjek penelitian biologi laut karena kebiasaan migrasinya yang unik.

Risiko dan Ketakutan Menghadapi Kematian

Sebelum menuruni kedalaman ekstrem, Kirana mengaku mengalami kegelisahan yang intens. “Saya takut mati,” ucapnya secara terbuka, mengakui bahwa setiap meter yang ia turun menambah beban mental yang harus dihadapi. Risiko yang dihadapi meliputi dekompresi, kerusakan peralatan, dan potensi kehilangan arah di kegelapan total.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia menjalani pelatihan intensif selama berbulan‑bulan, termasuk simulasi kegagalan peralatan dan prosedur darurat. Tim pendukungnya, yang terdiri dari instruktur penyelaman bersertifikat dan dokter spesialis kedokteran laut, selalu siap sedia di atas kapal permukaan.

Keberanian Kirana bukan hanya sekadar aksi spektakuler, melainkan juga pesan kuat bagi para wanita Indonesia untuk melampaui batasan tradisional dan mengejar impian di bidang yang dianggap maskulin.

Rekor ini dipublikasikan melalui Suara.com, yang melaporkan detail penjelajahan serta reaksi publik terhadap pencapaian tersebut. Reaksi media sosial pun beragam, mulai dari dukungan penuh hingga pertanyaan mengenai keamanan penyelaman ekstrem bagi non‑profesional.

Secara keseluruhan, perjalanan Kirana Larasati menembus kedalaman 127 meter bukan hanya sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga simbol keberanian, dedikasi, dan tekad untuk mengatasi rasa takut akan maut. Dengan catatan resmi MURI, ia membuka jalan bagi generasi selanjutnya, khususnya perempuan, untuk mengejar prestasi luar biasa di dunia penyelaman teknis.