jakarta – Polemik seputar memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans terus bergulir. Dukungan sejumlah figur publik terhadap Aurelie turut memunculkan dinamika baru, salah satunya melibatkan Hesti Purwadinata dan aktor Roby Tremonti.
Hesti Purwadinata sebelumnya menyampaikan dukungan kepada Aurelie yang berani mengungkap pengalaman grooming dalam memoarnya. Namun, unggahan tersebut berbuntut panjang setelah Hesti mengaku menerima pesan bernada tekanan yang kemudian diteruskan kepada sang suami, Edo Borne. Pesan tersebut dikirim melalui WhatsApp dan berisi permintaan klarifikasi serta tenggat waktu untuk memberikan respons.
Edo Borne sempat membagikan tangkapan layar pesan tersebut di media sosial. Ia memilih tidak menanggapi pesan itu, yang kemudian memicu spekulasi warganet mengenai sosok pengirim pesan, terutama setelah nama Roby Tremonti dikaitkan dengan karakter dalam buku Broken Strings.
Menanggapi isu tersebut, Roby Tremonti akhirnya angkat bicara. Ia mengakui bahwa dirinya memang menghubungi Edo Borne melalui pesan pribadi di Instagram dan WhatsApp. Namun, ia menegaskan komunikasi tersebut tidak dimaksudkan sebagai ancaman.
Roby menjelaskan, dirinya merasa perlu meminta penjelasan secara langsung karena unggahan Hesti dinilai ikut menguatkan narasi dalam buku yang menurutnya menyudutkan nama pribadi. Ia mengaku memiliki hubungan pertemanan dengan Edo, sehingga memilih jalur komunikasi personal.
Aktor berusia 45 tahun itu juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Hesti yang pernah bekerja bersamanya. Menurut Roby, pernyataan Hesti yang berharap sosok dalam buku tersebut tidak lagi diberi panggung berpotensi berdampak pada reputasinya dan kelangsungan pekerjaannya di industri hiburan.
Roby menegaskan bahwa penyebutan kemungkinan menempuh jalur hukum dalam pesannya adalah bentuk hak sebagai warga negara, bukan bentuk intimidasi. Ia menekankan bahwa frasa tersebut bersifat kondisional dan hanya akan ditempuh bila dianggap perlu di kemudian hari.
Polemik ini menambah panjang daftar perbincangan publik seputar Broken Strings, yang sejak dirilis telah memantik diskusi luas mengenai isu grooming, keberanian korban untuk bersuara, serta dampak sosial bagi pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan narasi di dalamnya. (balqis)

















Tinggalkan Balasan